Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

akbar tanjung

Sleman-KoPi| Wakil Dewan Kehormatam Partai Golkar, Akbar Tanjung mengatakan Musyawarah Nasional Luar Biasa(Munaslub) sebagai manuver andalan untuk mengubah nasib Golkar saat ini.

Melihat kondisi Golkar yang saat ini terombang-ambing akibat tersandungnya sang ketua umum, Setya Novanto, Akbar pun menekankan hanya jalan Munaslub yang bisa ditempuh partai ini. Munaslub ini diharapkan menjadi titik perubahan dari kemelut Golkar akhir-akhir ini.

"Golkar memang hari-hari ini situasinya amat berat terutama pada kasus Setya Novanto. Satu-satunya cara Golkar mengatasinya adalah diadakannya munaslub. Dan tentunya ini diharapkan menghasilkan pemimpin baru ,komitmen baru, tekad baru dan visi baru,"ujarnya disela waktu mengisi Seminar "Refleksi Kepahlawanan Prof. Lafran Pane" di Rektorat UNY, Rabu (13/12).

Setelah Munaslub digelar,Akbar pun berharap Golkar yang baru dapat menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Seperti perbedaan Golkar sebelum kepemimpinan Setya Novanto dan Golkar sesudah kepemimpinannya.Tak hanya itu, Golkar pun juga dituntut untuk berubah demi menghadapi agenda politik besar seperti Pilkada tahun 2018 ,Pileg dan juga Pilpres pada tahun 2019.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar mengembalikan posisi Golkar kembali ke sedia kala seperti pada Era Orde Baru dan Reformasi yang seringkali menang sebagai mayoritas tunggal.

"Golkar sebagai organisasi besar dan memiliki pengalaman panjang sejak era orde baru dan era reformasi,meski pernah tertekan namun menang. Setelah itu terjadi berbagai penurunan hingga penurunan yang mengkhawatirkan akhir-akhir ini.
Kedepan dengan ada nya perubahan pada Golkar, maka Organisasi ini dapat menghadapi agenda mendatang dan mendapatkan kepercayaan publik kembali,"tambahnya.

Lebih lanjut, Akbar mengkhawatirkan adanya penggerusan organisasi secara masif dan berkelanjutan. Penggerusan pun dikhawatirkan melebihi ambang batas. Mengenai nama calon ketua yang paling memungkinan memimpin Golkar, Akbar menyebut nama Erlangga Hartanto yang paling menonjol untuk memimpin partai berlambangkan Pohon beringin ini.

"Yang paling menonjol adalah nama Erlangga Hartanto , tetapi nama lainnya juga punya peluang,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next