Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ada 4 lembaga bank bermasalah kredit macet dengan UMKM

Ada 4 lembaga bank bermasalah kredit macet dengan UMKM

Jogjakarta-KoPi| Ada empat lembaga bank pemerintah yang bermasalah dengan kredit macet UMKM DIY, yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BPR dan BUMN non-Bank. Dari masing-masing nasabah anggota UMKM yang terjerat kredit macet mencapai ribuan nasabah.

“Mandiri ada 248 nasabah, dengan nilainya sekitar Rp 2 milyar, yang belum itu campuran consumer loan, BPD DIY 90-an (nasabah),” jelas Sekretaris UMKM DIY, Nanang.

Sementara Wakil Ketua UMKM Rajendro menjelaskan berlarit-larutnya persoalan kredit macet UMKM korban gempa di DIY 2006, dimungkinkan kerena kesalahan internal manajemen bank sendiri. Selama rentang waktu sembilan tahun ini terjadi pergantian pimpinan bank yang tidak menurunkan keputusan penyelesaian kredit macet UMKM.

“Orang Bank kan tidak tahu, ambil keputusannya gampangnya begini ya enaknya, keputusan direksi Bank Mandiri di Jakarta, ambil keputusan di atas meja, kurang tahu kondisi hati masyarakat bawah (UMKM yang ada di Jogja),” jelas Rajendro.

Rajendro menambahkan persoalan penghapusan kredit macet juga melibatkan bank-bank swasta. Justru Rajendro heran persoalan kredit dengan bank swasta sudah terselesaikan semua, namun bank-bank pemerintah bermasalah.

“Sekarang Bank swasta sudah rampung semua, yang bank negara yang bermasalah. Bank swasta seperti Bank Niaga dan Bank Danamon, selesai sejak tahun 2012,” tambah Rajendro.

Berdasarkan data total kredit macet di perbankan pemerintah maupun swasta mencapai Rp 28 miliar. Sedangkan UKM non- bank termasuk dari BMT dan koperasi mencapai Rp 8 miliar. |Winda Efanur FS| 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next