Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

60 % dana pendidkan terpotong untuk sertifikasi dan BOS Featured

60 % dana pendidkan terpotong untuk sertifikasi dan BOS

Jogjakarta-KoPi| Salah satu garapan utama Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud memberikan jaringan internet ke sekolah terpencil. Rangkaian dari program memajukan sekolah garis terdepan meniscayakan internet masuk sekolah.

Menurut kepala Pustekkom, Ari Santosa mengakui tidak mudah menjalankan program di sekolah terpencil. Salah satu contoh pemberian enam perangkat komputer ke salah satu sekolah di Papua. Menurutnya perangkat komuter dan internet tersebut tidak bisa berfungsi karena terkendala satelit setempat.

“Pak mentri memutlakan fasilitas internet ke sekolah. Dengan internet kita mengeluarkan setidaknya biaya internet 36 juta per tahun. sejak program internet masuk sekolah tahun 2011 sudah ada 40 ribu sekolah. Jangka empat tahun ini lonjakan besar sekarang 50 ribu sekolah, papar Ari saat mengisi di acara Jogja Digital Valley di Jogja.

Guna mengantisipasi membengkaknya biaya internet di sekolah, sekolah bisa memanfaatkan dana BOS. Poin terpentingya terkait internet, penguasaan internet seutuhnya dipegang oleh pemerintah.

Ari menjabarkan tiga konsep pengelolaan internet di sekolah, open system, open content dan open standard. Konsepnya membuat sistem seluruh sekolah bisa memanfaatkan internet.
Namun temuan di lapangan pihak Pustekkom masih kesulitan dana pengadaan perangkat komputer. “Sebanyak 208 ribu sekolah se-Indonesia. Bila satu sekolah berbiaya 250 juta, maka empat sekolah 1 M, rasanya gak mungikn membelikan ke sekolah-sekolah” papar Ari.

Anggaran 20% pendididkan sekitar 240 T itu dialokasikan ke banyak sektor pendidikan secara umum, tidak hanya untuk sarana dan prasarana sekolah semata. “ Setahun kita sekitar 53 T, 60 % nya habis untuk sertifikasi, dan BOS. Padahal daerah itu APBD harusnya 20 %, jadi rata-rata dibawah 10 %, yang anggaran 20% itu Kepri. “

Ketidakcukupan aspek anggaran ini Ari meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan pihak Kemendikbud. Persoalan pendidikan sangat luas harus ada campur tangan pemerintah daerah dan pusat di dalamnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next