Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

3 SPBU Jogja launching Pertalite

3 SPBU Jogja launching Pertalite

Jogjakarta-KoPi| PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV me-launching bahan bakar baru Pertalite di SPBU Lempuyangan pukul 09.00 WIB. 

Pertalite merupakan varian baru produk bahan bakar non subsidi Pertamina. Pertalite memiliki oktan 90 di atas premium dengan 88 oktan, dan di bawah Pertamax dengan 92 oktan.

Menurut Direktur Marketing Wilayah Jateng dan DIY, dalam uji pasar Pertalite perdana untuk wilayah Semarang dan DIY, ada 16 SPBU memasarkan Pertalite, 14 SPBU untuk wilayah Solo sisanya 3 SPBU di DIY, yakni di SPBU Lempuyangan, SPBU Kusumanegara, dan SPBU Sultan Agung.

"Ini kita permulaan roll out per hari per minggu dan akan bertambah terus, targetnya MOR Agustus ini ada 50 SPBU sudah menjual Pertalite," tutur Fredi saat konferensi pers di SPBU Lempuyangan pukul 10.00 WIB.

Distribusi Pertalite sudah memasuki tahap dua setelah distribusi di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Prosentase distribusi Pertalite sekitar 10% di Jogjakarta dibandingkan dengan Premium dan Pertamax.

Distribusi Pertalite MOR IV disuplay dari terminal BBM Boyolali dengan kapasitas 5 ribu kilo liter Jateng dan DIY. Sejauh ini animo masyarakat cukup baik. Terbukti dengan 60 transaksi atau 650 liter sejak pukul 06.00-10.00 WIB.

Fredi menambahkan hadirnya Pertalite non subsidi tidak bertujuan untuk menghapus premium secara perlahan, namun untuk menambah variasi bahan bakar kepada masyarakat.

"Kita tidak akan menghapus premium, semu produk berkompetisi, lebih memberikan variasi ke masyarakat," pungkas Fredi.

Hal serupa diungkapkan oleh konsumen, Untung Sutrisno yang mengatakan munculnya Pertalite menambah pilihan BBM bagi konsumen. "Dari Premium ke Pertalite udah gak mahal trus dari Pertalite ke Pertamax juga gak mahal ini tergantung pilihan," tutur Untung. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next