Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

3 Juta lebih siswa SMA, SMK dan MA melaksanakan UN 2016

www.smkn1adw.sch.id www.smkn1adw.sch.id

Jakarta-KoPi| Ujian Nasional 2016 mulai digelar Senin (4/4) di seluruh Indonesia. Peserta UN kali ini mencapai 3.302.673 siswa yang terdiri dari siswa Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah (MA).

Menurut Nizam, Kepala Pusat Pendidikan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan praktik ujian saat ini menggunakan UNBK ( Ujian Nasional Bebasis Komputer). Saat ini siswa yang menggunakan basis ini mencapai 927 ribu siswa atau 4.402 sekolah. Sebelumnya hanya 594 sekolah. Untuk sementara, di luar jumlah itu masih menggunakan UN berbasis kertas.

Kememdikbud terus mendorong agar pelaksanaan UNBK dapat dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Indonesia. UNBK, meurut Nizam memiliki kelebihan dalam hal efisiensi dan menekan angka kecurangan. Sekolah juga tak perlu mengadakan peralatan komputer, namun hanya menggunakan peralatan yang tersedia. Jika tak mencukupi, bisa menggunakan peralatan di sekolah lain yang tidak melaksanakan UN. Demikian seperti yang dikutip dari Antara.

"Setiap tahun, kami membuat sekitar 170.000 soal untuk UNBK," tambah dia.

Peserta UNBK juga akan kesulitan berbuat curang karena soal yang didapat para siswa bersifat acak. Sehingga antara siswa satu dan lain, mengerjakan soal yang tidak sama.

Untuk pengawas, pada UN berbasis kertas ada dua pengawas di setiap kelas. Sementara untuk UNBK terdapat satu teknisi dan satu proktor yang memastikan siswa melaksanakan UNBK sesuai dengan prosedur. |Antara News|KoPi|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next