Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

2 pasien DBD kritis di RSUP Sarjito

Salah satu pasien yang masih dirawat di RSUP Sarjito Salah satu pasien yang masih dirawat di RSUP Sarjito

Jogjakarta-KoPi| Humas RSUP. Sarjito, Trisno Heru Nugroho mengatakan pasien Demam Berdarah Dengue tertinggi dari Sleman, lalu disusul Bantul, Kotamadya, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Sejak bulan Januari hingga Pertengahan Februari RSUP. Sarjito merawat total 44 pasien. Bulan Januari 25 pasien, satu pasien meninggal. Februari ini terdapat 27 pasien. Belum ada yang meninggal.

"Januari satu meninggal karena keterlambatan penanganan," kata Heru saat ditemui di RSUP. Sarjito pada 16 Februari 2016.

Heru menambahkan dari 27 pasien. Sebanyak 19 pasien sembuh. Sisanya delapan masih dirawat.

"Delapan ini lima anak-anak, sisanya dewasa. Dari lima ini kondisi kritis. Itu penduduk Kadipiro dan Suryadiningratan," papar Heru.

Pada tahun 2015 lalu, pasien DBD berjumlah 241. Sebanyak 28 pasien meninggal dunia. Jumlah pasien tertinggi pada bulan Januari-Juni. Namun setelahnya, Juli sampai Desember kasus DBD menurun drastis.

Heru menekankan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Yang menjadi kendala seringkali kurang kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.

"Nyamuk itu hilang dengan 3M, masyarakat itu harus gotong-royong. Kalau difogging yang mati nyamuk yang besar, telur-telurnya masih. Satu nyamuk bertelur 100 jentik," pungkas Heru.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next