Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

2 pasien DBD kritis di RSUP Sarjito

Salah satu pasien yang masih dirawat di RSUP Sarjito Salah satu pasien yang masih dirawat di RSUP Sarjito

Jogjakarta-KoPi| Humas RSUP. Sarjito, Trisno Heru Nugroho mengatakan pasien Demam Berdarah Dengue tertinggi dari Sleman, lalu disusul Bantul, Kotamadya, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Sejak bulan Januari hingga Pertengahan Februari RSUP. Sarjito merawat total 44 pasien. Bulan Januari 25 pasien, satu pasien meninggal. Februari ini terdapat 27 pasien. Belum ada yang meninggal.

"Januari satu meninggal karena keterlambatan penanganan," kata Heru saat ditemui di RSUP. Sarjito pada 16 Februari 2016.

Heru menambahkan dari 27 pasien. Sebanyak 19 pasien sembuh. Sisanya delapan masih dirawat.

"Delapan ini lima anak-anak, sisanya dewasa. Dari lima ini kondisi kritis. Itu penduduk Kadipiro dan Suryadiningratan," papar Heru.

Pada tahun 2015 lalu, pasien DBD berjumlah 241. Sebanyak 28 pasien meninggal dunia. Jumlah pasien tertinggi pada bulan Januari-Juni. Namun setelahnya, Juli sampai Desember kasus DBD menurun drastis.

Heru menekankan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Yang menjadi kendala seringkali kurang kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.

"Nyamuk itu hilang dengan 3M, masyarakat itu harus gotong-royong. Kalau difogging yang mati nyamuk yang besar, telur-telurnya masih. Satu nyamuk bertelur 100 jentik," pungkas Heru.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next