Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

Jogjakarta-KoPi| Perayaan Mubeng Beteng dan Topo Bisu peringatan 1 Muharam 1453 H atau 1 Suro jatuh pada malam Kamis Pahing tanggal 15 Oktober 2015. Hal ini berbeda dengan penetapan 1 Muharam atau 1 Suro pada kalender Masehi yang jatuh pada malam Rabu legi tanggal 14 Oktober 2015.

Menurut KHP. Widyabudaya, KRT. Rintaiswara adanya perbedaan penetapan jatuhnya 1 Suro dengan penanggalan kalender masehi karena, kraton Ngayogyakarta Hadininingrat mendasarkan penanggalan pada kalender ‘Tahun Jawi Islam’. Kalander Tahun Jawi Islam dibuat oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), dasar penanggalannya memadukan kalender Taun Saka dengan kalender Islam Hijriah.

“ ( pemakaian tanggal Tahun Jawi Islam) Berjalan bertahun-tahun bukan karangan sendiri. Kami berpegang pada paugeran yang sudah dibakukan,” jelas KRT. Rintaiswara saat konferensi pers di kantor Tepas Parentah Hageng pukul 10.45 Wib.

KRT. Rintaiswara menambahkan dalam konsep penanggalan Tahun Jawi Islam ini bahkan sudah terkonsep kapan jatuhnya 1 Suro dan tanggal 1 setiap bulannya. “ Sudah ada konsep kalender dari 100 tahun yang sudah lalu, bisa diruntut ( jatuhnya tanggal 1 hari apa) asal tidak melebihi tahun 900an,”.

Sehingga dengan ketetapan jatuhnya 1 Suro tanggal 15 Oktober 2015, dari pihak Kraton Ngayogyakarta Hadininingrat hanya memfasilitasi ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu bagi masyarakat yang mengikuti ketetapan tersebut.

“ Pihak kraton hanya memfasilitasi masyarakat yang mau melaksanakan Mubeng Beteng dan Topo Bisu pada malam Kamis Pahing, bagi masyarakat yang melaksanakan du luar hari itu silahkan,” jelas KPH. Yudahadiningrat.

Ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu merupakan ritual tahunan kraton Ngayogyakarta Hadininingrat untuk merayakan 1 Suro atau tahun baru Islam. Ritual Mubeng Beteng dan Topo bertujuan mendoakan rakyat Jogja mendapat berkah dari yang maha kuasa.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next