Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

1 Suro, Ritual Mubeng Beteng jatuh pada malam kamis pahing

Jogjakarta-KoPi| Perayaan Mubeng Beteng dan Topo Bisu peringatan 1 Muharam 1453 H atau 1 Suro jatuh pada malam Kamis Pahing tanggal 15 Oktober 2015. Hal ini berbeda dengan penetapan 1 Muharam atau 1 Suro pada kalender Masehi yang jatuh pada malam Rabu legi tanggal 14 Oktober 2015.

Menurut KHP. Widyabudaya, KRT. Rintaiswara adanya perbedaan penetapan jatuhnya 1 Suro dengan penanggalan kalender masehi karena, kraton Ngayogyakarta Hadininingrat mendasarkan penanggalan pada kalender ‘Tahun Jawi Islam’. Kalander Tahun Jawi Islam dibuat oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), dasar penanggalannya memadukan kalender Taun Saka dengan kalender Islam Hijriah.

“ ( pemakaian tanggal Tahun Jawi Islam) Berjalan bertahun-tahun bukan karangan sendiri. Kami berpegang pada paugeran yang sudah dibakukan,” jelas KRT. Rintaiswara saat konferensi pers di kantor Tepas Parentah Hageng pukul 10.45 Wib.

KRT. Rintaiswara menambahkan dalam konsep penanggalan Tahun Jawi Islam ini bahkan sudah terkonsep kapan jatuhnya 1 Suro dan tanggal 1 setiap bulannya. “ Sudah ada konsep kalender dari 100 tahun yang sudah lalu, bisa diruntut ( jatuhnya tanggal 1 hari apa) asal tidak melebihi tahun 900an,”.

Sehingga dengan ketetapan jatuhnya 1 Suro tanggal 15 Oktober 2015, dari pihak Kraton Ngayogyakarta Hadininingrat hanya memfasilitasi ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu bagi masyarakat yang mengikuti ketetapan tersebut.

“ Pihak kraton hanya memfasilitasi masyarakat yang mau melaksanakan Mubeng Beteng dan Topo Bisu pada malam Kamis Pahing, bagi masyarakat yang melaksanakan du luar hari itu silahkan,” jelas KPH. Yudahadiningrat.

Ritual Mubeng Beteng dan Topo Bisu merupakan ritual tahunan kraton Ngayogyakarta Hadininingrat untuk merayakan 1 Suro atau tahun baru Islam. Ritual Mubeng Beteng dan Topo bertujuan mendoakan rakyat Jogja mendapat berkah dari yang maha kuasa.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next