Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Soal pengeboman kapal pencuri, ini jawaban Jokowi

Soal pengeboman kapal pencuri, ini jawaban Jokowi

KoPi| Jokowi, dalam akun FBnya Ir. Joko Widodo (7/12) menangkis sejumlah tuduhan bahwa penenggelaman kapal asing hanya bohong-bohongan. Jokowi menuliskan penenggelaman kapal ikan asing itu bukan soal gagah-gagahan atau semacam display politik, tetapi sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik.

"Kita akan ukur secara objektif apakah setelah penenggelaman kapal asing ini hasil tangkapan nelayan kita meningkat? ekspor kita meningkat? kesejahteraan nelayan meningkat?" Tulisnya.

Menurut Jokowi setelah penenggalam itu akan diadakan patroli Angkatan laut secara intensif utuk menjamin wilayah Indonesia bersih dari ilegal fishing dan nelayan Indonesia bisa berdikari secara ekonomi.

"Kita harus targetkan sesuai dengan data BPK yaitu hasil tangkapan ikan harus Rp. 300 trilyun/tahun, jangan seperti kemarin dengan subsidi ke nelayan Rp.11 trilyun tapi hasilnya hanya Rp.300 milyar/tahun.

Bila dana Rp. 300 trilyun/tahun masuk ke kas negara, banyak dana yang bisa dibangun untuk agenda perbaikan kampung-kampung nelayan, membangun infrastruktur seperti galangan kapal, pasar ikan khusus, dan mengembangkan jaringan pemasaran dunia untuk ikan-ikan hasil tangkapan nelayan kita.

Kita harus berpikir jauh ke depan, berpikir untuk memperbaiki kehidupan bangsa, jangan hanya terjebak zona nyaman lalu kita takut memperbaiki keadaan." |

back to top