Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menteri Kelautan dan Perikanan RI enggan ungkit masalah cantrang

Menteri Kelautan dan Perikanan RI enggan ungkit masalah cantrang

Jogja-KoPi| Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti minta masyarakat untuk tidak mengungkit masalah cantrang lagi hingga akhir Desember.

 

"Sudah diumumkan cantrang kita perpanjang hingga akhir Desember, setelah ini kita tidak boleh bicara cantrang, harus move on. Titik", jelasnya saat diwawancari setelah Seminar Nasional Kewirausahaan di UMY, Sabtu (6/5).

Cantrang merupakan alat penangkap ikan yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines) ini menurut Susi berbahaya untuk ekologi ikan. 

"Alat tangkap itu merugikan nelayan lain, nanti ikan akan habis di laut", ujarnya.

 Di sisi lain, pemerintah berkewajiban menjaga keberlangsungan ekologi laut untuk kesejahteraan nelayan.

"Tugas pemerintah menjaga agar ikan tetap ada dan banyak. Ikan tetap ada dan banyak, supaya bisa menangkap banyak.", kata Susi.

Sementara mengenai isu hak angket yang akan dibuat para nelayan mengenai penggunaan cantrang, Susi tak ambil pusing dan mengatakan itu hak mereka.

"Hak angket itu mereka silahkan saja. Saya hanya petugas yang membantu presiden, kalau presiden mengatakan jangan digunakan lagi ya jangan digunakan", jelasnya.

Susi juga mengatakan pemerintah pusat hanya mengatur kapal yang berukuran 30 GT ke atas, sedangkan ukuran 30 GT ke bawah diatur oleh pemerintah provinsi.

"Jadi kalau mau membuat hak angket ya silahkan", pungkasnya

back to top