Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jokowi anggarkan $ 6 Milyar untuk pelabuhan

Jokowi anggarkan $ 6 Milyar untuk pelabuhan

KoPi-Jokowi menargetkan hampir $ 6 milyar pada proyek-proyek untuk memperluas pelabuhan di Indonesia, dimana investor terhalang oleh biaya logistik sebanyak seperemapat dari perekonomian.

Jokowi berencana untuk memperluas lima pelabuhan di pulau-pulau utama di Indonesia. Dia berusaha untuk mengurangi keterlambatan pengiriman dan meningkatkan perdagangan dengan negara-negara yang membentang dari New York ke London, kata Menteri Koordinator Kelautan Indroyono Soesilo dalam sebuah wawancara pekan ini. Pemerintah juga akan meningkatkan keamanan laut mencegah kapal asing ilegal masuk ke daerah teritorial Indonesia, katanya.

Meningkatkan infrastruktur maritim dan transportasi merupakan salah satu strategi utama Jokowi untuk menghidupkan kembali perekonomian di Indonesia yang akhir-akhir ini menurun sejak krisis keuangan global. Pada pelantikannya pada 20 Oktober, Jokowi mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk kembali ke “Jalesveva Jayamahe”, moto angkatan laut yang berarti “di laut kita akan menang.”

“Kami ingin menyediakan akses logistik baik dari Sabang sampai Merauke,” kata Soesilo dalam sebuah wawancara dengan TV Bloomberg pada 4 November.

Pemerintah butuh 70 triliun rupiah untuk memperluas lima pelabuhan utama di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua untuk melayani kapal-kapal besar dan membangun jalur pengumpan untuk pelabuhan yang lebih kecil, kata Soesilo tanpa memberikan rincian waktu kapan proyek akan selesai.

Jokowi sebelumnya telah bertemu dengan investor dari Cina, Afrika dan Amerika Serikat. Pertemuan itu membuahkan hasil, Cina berencana untuk menyumbangkan dana sebesar $ 16,3 miliar untuk membiayai pembangunan pelabuhan. Untuk mendanai ambisi infrastrukturnya, Jokowi telah mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, termasuk meningkatkan pengumpulan pajak dan mengurangi bahan bakar bersubsidi yang menghambat anggaran negara.

Jokowi bisa mendanai proyek pelabuhan ini hanya dalam satu tahun dengan memotong sekitar seperempat dari yang direncanakan untuk subsidi BBM pada 2015. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan subsidi akan dipotong dalam beberapa minggu mendatang, meskipun pengurangannya belum diputuskan.

Dua-pertiga dari wilayah Indonesia merupakan wilayah laut dan Jokowi ingin menggunakan itu supaya pertumbuhan ekonomi dapat bertambah sebanyak tujuh persen dalam tiga tahun, kata Presiden Indonesia pada Bloomberg TV saat wawancara. |mb.com.ph|Deby Rahmayanti|

back to top