Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ini hasil konkrit Menteri Susi yang bikin ketir-ketir asing

pic by andi pic by andi

Jakarta-KoPi- Menhukham memberikan lampu hijau pada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk dapat mengehentikan izin kapal ikan. Hal ini setelah Menhukham menandatangani moratorium kemarin 6 November 2014. Merespon hal itu, Susi dengan puas mengatakan, "ini baru Kabinet Kerja".

"Jadi, saya tidak perlu menunggu dua tahun lagi," ujar Susi riang.

Susi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan izin untuk membebaskan kapal-kapal nelayan di bawah 10 Gross Ton DT dari pungutan restribusi.

Menurutnya, sementara ini KKP tengah menunggu respon para gubenur, bupati karena otoritasnya ada pada mereka.

"InyaAllah, pasti mereka juga mengerti karena saya akan menukarnya dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi, Pemda tidak akan kehilangan income, akan kami ganti dari sini. Tapi let them free," demikian Susi Pudjiastuti menjelaskan.

back to top