Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Gara-gara jadi menteri, Susi terpaksa buang-buang waktu

Gara-gara jadi menteri, Susi terpaksa buang-buang waktu
Sidoarjo – KoPi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Ia dikenal lebih mementingkan bekerja dan tidak ingin membuang waktu. Karena itu ia ingin agar SDM perikanan dan kelautan yang terdidik lebih mau bekerja keras agar bisa melampaui dirinya.
 

“Mungkin semuanya sudah dengar kalau saya ini tidak lulus SMA. Tapi saya kerja jauh lebih keras daripada pegawai negeri,” ungkapnya ketika menjadi berbicara dalam Kuliah Umum di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Rabu (26/11).

Karenanya ia berpesan pada taruna-taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo untuk selalu bekerja keras, disiplin, dan kreatif. “Kerja keras itu pasti ada hasil, kerja ekstra pasti hasilnya juga luar biasa,” pesannya.

Namun, semenjak menjadi menteri, ia mengaku terpaksa selalu menyia-nyiakan waktu selama satu jam setiap hari.

“Gara-gara jadi menteri saya kehilangan 1 jam setiap hari. Itu sama dengan ratusan jam dalam setahun. Mikir rambut-lah, mikir make up-lah. Kalau dulu awut-awutan kan tidak apa-apa, yang penting kerjaan selesai. Sekarang saya diributin soal ini, terutama oleh wartawan. Jadinya rugi saya, kehilangan waktu,” ujarnya, yang disambut tawa taruna-taruni.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top