Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Walhi Jatim serukan penyelamatan pantai dan pesisir Muncar

Walhi Jatim serukan penyelamatan pantai dan pesisir Muncar

PT Tirta Wahana Bali Internasional (PT TWBI) mengincar pasir laut di kawasan pantai dan pesisir Muncar, Rogojampi dan Kabat, Kabupaten Banyuwangi untuk digunakan mereklamasi Teluk Benoa, Bali.

Sebagaimana diketahui, PT TWBI berencana reklamasi Teluk Benoa dengan cara mengurug laut seluas 700 hektar, meskipun rencana ini sendiri telah ditolak oleh berbagai elemen masyarakat karena berpotensi merusak usaha konservasi pantai yang ditujukan demi kelestarian keanekaharagaman hayati, dan mengganggu basis perekonomian masyarakat yang berbasis maritim.

Untuk memuluskan usaha pengerukan pasir laut di Banyuwangi, PT TWBI telah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan telah melakukan survey lokasi. Ijin melakukan pertambangan pasir laut sendiri sedang menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur. Padahal sebelumnya, usaha pengerukan serupa telah ditolak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur NTB, M. Zainul Majdi menyatakan bahwa pengerukan pasir akan merusak ekosistem lingkungan di wilayahnya.

Pengerukan pasir laut di Banyuwangi akan mengancam kelestarian kawasan pantai dan laut di wilayah tersebut. Ekosistem Pantai dan pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, berikut sumberdaya hayati yang terkandung di dalamnya memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat disekitarnya. Kehancuran ekologi kawasan pantai dan pesisir akan menimbulkan dampak yang luas seperti hilangnya biota laut yang menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir, serta ancaman bencana ekologis seperti abrasi dan banjir rob.Kawasan Muncar, Rogojampi dan Kabat adalah kawasan yang selama ini dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia.

Di Muncar, menurut data BPS pada 2014, ada 12.714 jiwa yang berprofesi sebagai nelayan. Di wilayah Rogojampi dan Kabat sendiri, setidaknya 1.488 warganya bekerja di sektor perikanan. Jumlah tersebut belum memperhitungkan tenaga kerja yang bekerja pada 309 Unit Pengolahan Ikan yang tumbuh di wilayah tersebut.

Di Pelabuhan Muncar saja ada 27 industri penepungan ikan, 13 industri pengalengan ikan, dan 27 unit pembekuan ikan.Semua usaha perikanan dan ruang hidup nelayan sebagaimana dijelaskan diatas akan terancam jika Gubernur Jawa Timur memberi ijin penambangan pasir laut di kawasan tersebut.

Karena itu kami meminta dukungan seluruh masyarakat untuk MEMINTA GUBERNUR JAWA TIMUR DAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI MENOLAK PEMBERIAN IJIN PENAMBANGAN PASIR LAUT YANG DIAJUKAN OLEH PT TWBI DI KECAMATAN MUNCAR, ROGOJAMPI DAN KABAT, BANYUWANGI. Mari turut menandatangani petisi ini demi kelestarian ekologis kawasan pesisir, terhindarnya masyarakat dari ancaman bencana ekologis dan terjaganya sumber-sumber pendapatan masyarakat berbasis maritim.| Walhi Jatim

back to top