Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Toko Fashion Jangan Sembarangan Buang Plastik

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Sampah tidak selamanya sampah” slogan yang didengungkan oleh BLH. BLH melalui bidang pengembangan kapasitas lingkungan menggalakan 3R (Reduse, Reuse, Recycle). Mengurangi penggunaan bahan merusak lingkungan, pemakain kembali barang yang masih layak dan daur ulang sampah.

Bidang Kebersihan BLH, Udi Santoso mengatakan seleksi sampah-sampah guna meminimalisir keberadaan sampah di Yogyakarta. Bentuk solusi menumpuknya sampah di TPA Piyungan. Dari sampah bisa direkayasa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Menurut salah seorang pengepul sampah asal Piyungan, Jabrik, masyarakat yang paham sampah tidak akan membuang atau membakar sampah. Pasalnya semua bisa dimanfaatkan contoh kecil plastik pakaian.

“Saya biasa membeli plastik bekas baju dari toko-toko fashion. Awalnya mereka yang tidak tahu plastiknya dibakar. Saya taruhlah tas bagor sampah di situ sekitar 2-3 bulan sudah mencapai 2 Kw saya ambil jual ke pabrik. Nah itu untungnya lumayan bisa Rp 200.000,-“, kata Jabrik.

Baik Udi maupun Jabrik sepakat upaya mendayagunakan sampah menjadi solusi bijak. Tidak mungkin hanya melempar sampah ke TPA Piyungan yang saat ini hampir Overload. Kembali pada peran kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. Bentuk tanggung jawab moral mereka atas sampah yang dibuatnya sendiri. 

 

 

 

back to top