Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sumber Sampah di Lautan Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Cina!

Sumber Sampah di Lautan Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Cina!
KoPi | Jutaan ton sampah yang mengapung di lautan menjadi problema lingkungan sepanjang masa. Selain merusak keindahan alam, sampah-sampah tersebut juga membahayakan berbagai makhluk hidup lautan. Sektor pariwisata sering mengalami kemunduran akibat banyaknya sampah di tepi pantai dan laut. Kamis lalu, peneliti dari Amerika dan Australia mengeluarkan daftar 20 negara yang berkontribusi dalam timbunan sampah di samudera. Indonesia, bersama Filipina, Vietnam, dan Cina masuk urutan teratas dalam daftar tersebut.

Peneliti dari University of Georgia menyatakan negara-negara yang memiliki garis pantai telah membuang 8 juta ton sampah pada tahun 2010. Mereka memperkirakan, angka tersebut akan naik dua kali lipat setiap tahun. Pada tahun 2025, peneliti memprediksi akan ada 155 juta ton sampah di lautan.

Cina menjadi negara paling buruk dalam penanganan sampah. Mereka dianggap bertanggung jawab atas 245.000 ton sampah plastik yang mengapung di lautan. Artinya, 27,7% sampah di lautan berasal dari China. 

Negara-negara maju juga tak luput dari daftar tersebut. Amerika menempati urutan ke-20. Para peneliti memperkirakan, jika seluruh negara di Uni Eropa digabungkan, mereka akan menempati urutan 18 dalam daftar tersebut.

Kepala Penelitian Dr. Jenna Jambeck dari University of Georgia menjelaskan angka tersebut didapat dari data sampah padat dari 192 negara. Data itu lalu dikombinasikan dengan kepadatan penduduk dan status ekonomi negara tersebut. Sampah plastik seperti tas plastik, bungkus makanan, botol, gelas, mainan, dan sikat gigi, adalah sampah yang paling banyak ditemui di lautan.

Para ahli mengkhawatirkan dampak tumpukan sampah tersebut pada lingkungan. Hewan laut seperti paus, lumba-lumba, dan singa laut, sering ditemukan terjerat plastik. Aktivis lingkungan juga sering menemukan bangkai penyu, burung laut, dan ikan dengan sampah plastik di dalam perut mereka.

Meski demikian Jambeck menyatakan penelitian ini bukan untuk menyalahkan negara tertentu. “Kami ingin mendata estimasi sampah yang masuk ke lautan secara global. Tapi tetap perlu digarisbawahi bahwa ini adalah masalah global. Perlu solusi global dan lokal untuk memecahkannya,” tegas Jambeck. | Daily Mirror

back to top