Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Selamatkan Kakatua Jambul Kuning dengan Revisi UU Konservasi

Selamatkan Kakatua Jambul Kuning dengan Revisi UU Konservasi
KoPi| Kelompok Kerja Kebijakan Konservasi Indonesia, melalui Change.org mengajak masyarakat Indonesia mempetisi Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika. Ketua Badan Legislasi DPR RI Sareh Wiyono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, KLHK.
 
Petisi ini berkaitan dengan maraknya penyelundupan binatang-binatang langka dan dilindungi seperti Burung Kakatua Jambul Kuning asal Papua. Menurut Pokja Konservasi Indonesia, puluhan ekor Kakatua Jambul Kuning diselundupkan lewat Kapal Tidar yang berangkat dari Papua menuju Jakarta. 
 
"Ini perbuatan sadis! Burung-burung yang semestinya dilindungi itu tubuhnya dijejalkan dalam botol bekas air mineral. Mereka lebih dulu dibius hingga lemas dan tak berdaya. Burung-burung itu dijejalkan dalam botol agar tak bersuara supaya dapat disembunyikan dalam tas, tanpa diketahui petugas. Dalam kasus ini sedikitnya 7 ekor kakatua berjambul kuning mati saat kapal diperiksa petugas."
 
Kondisi ini sangat memprihatinkan, terlebih lagi populasi kakaktua jambul kuning yang tersisa di alam kini tak lebih dari 7.000 ekor. Saking langkanya, sejak tahun 2007 Kakatua berjambul kuning juga sudah ditetapkan sebagai hewan terancam punah.
 
Bukan pertama 
 
Kasus penyeludupan dengan modus botol mineral sering kali  terjadi. Sebelumnya polisi sudah mengungkap modus penyembunyian burung bahkan dengan cara yang lebih kejam, mereka dimasukkan dalam pipa, bahkan ada yang disembunyikan di kaos kaki dan celana dalam.  
 
Mirisnya, tidak ada efek jera bagi pelaku yang tertangkap tangan. Seringkali hakim hanya memvonis pelaku beberapa bulan penjara saja. Ini terjadi karena berdasarkan peraturan, pelaku hanya menghadapi sanksi penjara maksimal 5 tahun  dan denda 100 juta rupiah. Artinya, sanksi yang diterima pelaku bisa saja jauh dibawah itu. Tak heran pelaku ketagihan dan tak pernah jera, sanksinya  terlalu ringan jika dibandingkan dengan kerugian yang dialami negara.
 
Mengapa hal ini terjadi? Sebagian besar karena akar kebijakannya yang lemah. Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang mengatur kebijakan tentang konservasi spesies langka, ketentuan didalamnya banyak yang sudah tidak relevan. Bayangkan UU itu sudah 25 tahun dibuat dan belum pernah direvisi!
 
Kasus penyelundupan kakatua jambul kuning ini hanyalah satu contoh betapa besarnya ancaman terhadap beragam satwa langka unik Indonesia
 
Untuk itu, Pokja Kebijakan Konservasi Indonesia menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk bersama menyelamatkan satwa-satwa malang yang tak mampu membela diri itu. Kita desak Pemerintah RI melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Perwakilan kita di Komisi IV, VII dan Badan Legislasi DPR untuk segera revisi ketentuan dalam UU 5/1990 agar spesies langka kita terjamin perlindungannya. | change.org| Pokja Kebijakan Konservasi Indonesia
back to top