Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Sebuah sarang burung robohkan sebuah pohon

Beijing-KoPi, Sebuah sarang burung dengan berat lebih 2000 pon (907 Kg) dipercaya menjadi sarang burung terbesar se dunia, telah merobohkan sebuah pohoh yang menjadi tempatnya, berdasarkan yang dilaporkan Wired Magazine akhir-akhir ini.

Kebetulan, struktur inti dari sarang tersebut masih utuh karena disangga oleh cabang-cabang pohon.

Sarang tersebut panjangnya 6 meter, lebarnya 4 meter dan tingginya 2 meter, ditemukan di dataran gersang antara Afrika Selatan dan Namibia.

Ahli Biologi Gavin Leighton dari Miami University mengatakan bahwa sarang tersebut mempunyai 100 lubang di dalamnya yang mungkin bisa menampung 500 burung.

Dia mengatakan bahwa sarang burung tersebut mungkin telah ada lebih satu abad.

Tapi karena air hujan yang lebat menyerap ke sarang tersebut saat musim panas ini dan melewati batas berat maksimal yang bisa disangga oleh pohon tersebut, beberapa bagian sarang tersebut rusak ketika pohon tersebut roboh.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top