Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Populasi margasatwa di Bumi menurun drastis

Populasi margasatwa di Bumi menurun drastis

KoPi, Para peneliti menemukan bahwa populasi margasatwa di Bumi menurut 52 persen selama 40 tahun ini.

Laporan keadaan makhluk hidup di planet ini, setiap tahun selalu diterbitkan oleh World Wildlife Foundation dan Zoological Society of London, yang menggambarkan potret populasi margasatwa di Bumi – hasil laporan terakhir ini menunjukkan potret yang suram.

Alasan paling mengapa margasatwa tersebut semakin berkurang, ialah ekploitasi (37%), perubahan habitat (31.4%), kehilangan habitat (13.4%) dan perubahan iklim (7.1%).

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa manusia menggunakan sumber daya alam yang bisa dipebaharui lebih cepat dari pada proses bumi saat memperbaharui SDA tersebut, yang juga berkontribusi punahnya margasatwa.

Tidak semuanya punah, namun konservasi yang intensif untuk menanggulangi kepunahan penting sekali, seperti Harimau di Nepal dan berang-berang di Inggris yang keduanya sudah hampir punah.

David Nussbaum, kepala eksekutif WWK-UK, statistik ini mengharuskan kita ‘sadar’, “politisi, pengusaha, dan semua orang memiliki perhatian dan tanggung jawab untuk bertindak dalam melindungi apa yang sangat berharga bagi kita: masa depan yang sehat bagi manusia dan alam.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top