Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Populasi margasatwa di Bumi menurun drastis

Populasi margasatwa di Bumi menurun drastis

KoPi, Para peneliti menemukan bahwa populasi margasatwa di Bumi menurut 52 persen selama 40 tahun ini.

Laporan keadaan makhluk hidup di planet ini, setiap tahun selalu diterbitkan oleh World Wildlife Foundation dan Zoological Society of London, yang menggambarkan potret populasi margasatwa di Bumi – hasil laporan terakhir ini menunjukkan potret yang suram.

Alasan paling mengapa margasatwa tersebut semakin berkurang, ialah ekploitasi (37%), perubahan habitat (31.4%), kehilangan habitat (13.4%) dan perubahan iklim (7.1%).

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa manusia menggunakan sumber daya alam yang bisa dipebaharui lebih cepat dari pada proses bumi saat memperbaharui SDA tersebut, yang juga berkontribusi punahnya margasatwa.

Tidak semuanya punah, namun konservasi yang intensif untuk menanggulangi kepunahan penting sekali, seperti Harimau di Nepal dan berang-berang di Inggris yang keduanya sudah hampir punah.

David Nussbaum, kepala eksekutif WWK-UK, statistik ini mengharuskan kita ‘sadar’, “politisi, pengusaha, dan semua orang memiliki perhatian dan tanggung jawab untuk bertindak dalam melindungi apa yang sangat berharga bagi kita: masa depan yang sehat bagi manusia dan alam.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top