Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot
Surabaya – KoPi | Momen Hari Bumi menjadi kesempatan bagi warga Kampung Sepat untuk menyuarakan kembali hak mereka atas lahan wisata Waduk Sakti Sepat. Mereka menuntut agar Pemkot mengeluarkan memo penghentian kegiatan pengurukan Waduk.
 

Puluhan warga Kampung Sepat mendatangi Kantor Walikota Surabaya dan menuntut bertemu langsung Wali Kota Tri Rismaharini. Namun keinginan warga tak terpenuhi lantaran Risma sedang melakukan inspeksi lapangan. Kedatangan warga hanya diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Berbangsa dan Politik Surabaya Sumarno.

“Kami menuntut supaya Bu Risma mengeluarkan memo kepada PT Ciputra Surya yang berisi penghentian segala aktivitas di kawasan waduk,” ujar Rochim, ketua RT 4 Kelurahan Sepat. Warga khawatir jika Pemkot tidak bisa memberi tindakan segera, area waduk akan semakin banyak yang rusak. 

Warga Sepat juga meminta Pemkot memberi ijin warga untuk membuka pintu masuk ke area waduk, karena mushola warga ada di dalamnya.”Kami mohon supaya pintu masuk dibuka karena ada mushola di dalamnya, supaya nanti kegiatan keagaman bisa segera dilakukan. Jangan sampai kasus ini nanti diseret-seret ke isu keagamaan karena terlalu lama penyegelannya,” tukas Rochim.

Rochim juga mengeluh ada warganya yang terpaksa menganggur karena sumber penghidupannya disegel. Beberapa keramba ikan milik warga masih ada di dalam waduk. “Di dalam waduk ada keramba ikan milik warga. Kalau bisa diamankan tidak apa-apa. Tapi kalau sampai diambil sama preman-preman penjaga, siapa yang bisa mengusut?” tuntutnya.

 

back to top