Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah

Paus bongkok dicoret dari daftar satwa terancam punah
KoPi | National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengajukan proporsal untuk mencoret dua pertiga sub-spesies paus bongkok dari daftar spesies terancam punah. Proses konservasi selama 45 tahun dianggap berhasil menyelamatkan mamalia laut itu dari daftar tersebut.
 

NOAA menganggap 10 dari 14 sub-spesies paus bongkok di seluruh dunia sudah tidak perlu lagi dilindungi melalui daftar spesies terancam. Paus bongkok telah masuk ke dalam daftar spesies terancam punah sejak tahun 1970. Selama 45 tahun para aktivis lingkungan berupaya menyelamatkan populasi paus bongkok di seluruh dunia.

“Ini merupakan berita besar, membawa kembali spesies ke titik di mana populasinya dianggap aman dan tidak perlu lagi dikategorikan terancam. Keberhasilan ini bisa terjadi karena kerja keras semua orang, badan internasional, warga, dan riset ilmiah,” ujar Donna Wieting direktur NOAA.

Ini merupakan pertama kalinya NOAA menghapus paus dari daftar spesies terancam sejak tahun 1994. Meski demikian, populasi paus bongkok di Cape Verde, Barat Laut Afrika dan Laut Arab dinilai masih dalam kondisi bahaya. Selain itu paus bongkok yang ada di Barat Laut Pasifik juga masih dalam status terancam.

Dengan dihapusnya beberapa sub-spesies paus bongkok tersebut, kemungkinan akan ada sedikit kelonggaran untuk aktivitas komersial. Misalnya untuk memudahkan proses pengeboran minyak lepas pantai.

NOAA memperkirakan populasi paus bongkok di Hindia Barat tumbuh sekitar 2% setiap tahun, sedangkan populasi di Australia Timur tumbuh rata-rata 11% setiap tahun. Saat ini populasi paus bongkok di Pasifik Utara diperkirakan berjumlah lebih dari 5.800 ekor.

Namun klaim NOAA tersebut diterima dengan skeptis oleh Pusat Keragaman Biologi Alaska. Rebecca Noblin, direktur Pusat Keragaman Biologi Alaska menganggap penghapusan tersebut masih prematur.

“Akan lebih bermanfaat untuk melanjutkan perlindungan pada paus bongkok karena kondisi lautan terus berubah. Paus bongkok masih rawan pada ancaman lain seperti perubahan iklim dan pengasaman laut,” kata Noblin. | Huffington Post

 

back to top