Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah AP
KoPi | Australia selalu menjadi benua yang unik. Benua terkecil ini begitu terpisah, terisolasi dari benua-benua lain, dan dihuni berbagai hewan berbisa. Namun ilmuwan menemukan fakta lain yang mengejutkan, mamalia endemik Australia semakin langka dan terancam punah. Alasan mengapa mereka punah semakin cepat, justru berasal dari sahabat dekat manusia: kucing rumahan.
 

Sebuah publikasi ilmiah di National Academy of Sciences menunjukkan fakta bahwa lebih dari 10 % mamalia asli Australia punah sejak kedatangan bangsa Eropa di benua tersebut. Bangsa Eropa mengenalkan kucing dan rubah dari daratan Eropa ke Australia, dan mereka mengancam habitat alami mamalia Australia. Kucing dibawa pelaut Australia untuk memburu tikus di geladak kapal, dan rubah dibawa sebagai sarana olahraga berburu.

Kedua spesies tersebut ternyata pemburu yang terlalu tangguh untuk mamalia asli Australia. Mereka juga mampu berkembang biak dengan pesat.

“Kami tahu hal ini sangat buruk, tapi kenyataannya jauh lebih buruk daripada perkiraan kami sebelumnya. Bahwa kita kehilangan sejumlah besar spesies merupakan masalah internasional,” ungkap John Woniarski dari Charles Darwin University, Australia.

Sebelumnya para ilmuwan selalu penasaran apa yang menjadi cepatnya kepunahan mamalia Australia. Di belahan dunia lain, kepunahan berbagai macam spesies disebabkan campur tangan manusia. Namun, Australia yang memiliki wilayah gurun yang luas hanya dihuni sedikit manusia. Seharusnya, Australia menjadi surga bagi hewan-hewan endemik.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ilmuwan menemukan fakta bahwa ada 7 spesies mamalia yang dulu tersebar di Australia kini hanya bisa ditemukan di sebuah pulau yang tidak memiliki kucing dan rubah. Mereka juga menyimpulkan bahwa mamalia Australia paling terancam punah adalah mamalia kecil. Mamalia-mamalia tersebut merupakan santapan empuk bagi kucing dan rubah.

“Ini menunjukkan bahwa kita terlalu abai pada spesies yang terlalu invasif. Kita bisa membahayakan lingkungan meskipun tempat itu tidak dihuni manusia,” ujar Stuart Pimm, ahli biologi dari Duke University.| AP

back to top