Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kementrian Lingkungan Hidup masih butuh anggaran lebih

Kementrian Lingkungan Hidup masih butuh anggaran lebih

Sleman-KoPi|Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI terganjal pada minimnya anggaran program perbaikan, penanganan pengembangan prioritas 15 Daerah Aliran Sungai dan 15 Danau di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menjelaskan program prioritas 15 Das dan Danau tersebut masih berjalan sejak tahun 2015 hingga 2019. Ia pun mengungkapkan program rehabilitasi tersebut berkaitan erat pada pengananan lahan krisis yang memakan anggaran cukup besar.

"15 pengembangan prioritas Das ini masih berjalan sampai 2019,semuanya Das akan kami tangani,namun untuk anggarannya memang cukup besar. Sehingga untuk menutupi anggaran dan penanganan kerusakan, keterlibatan masyarakat sangatlah penting,"ujarnya saat ditemui di UGM usai meresmikan Gedung Baru KLMB Fakultas Geografi ,Selasa (26/9).

Berkaitan jumlah anggaran yang digunakan untuk penanganan ini, Siti Nurbaya tidak menyebutkan berapa angka pasti anggaran untuk program prioritas dan penanganan lahan krisis ini.

Sementara untuk keterangan 15 Das dan Danau prioritas berlokasi tersebar diseluruh Indonesia . Lima belas das prioritas adalah Das Citarum,ciliwung, Serayu, Solo ,Berantas,Cisadane, Kapuas, Siak,musi, Asahan Toba, Jeneberang,Saddang,Moyo,Way Sikampung, Limboto,

Dan 15 Danau prioritas adalahToba,Maninjau ,Singkarak,Kerinci,Rawa Danau,Rawa pening, Batur,Sentarum, Kaskade Mahakam,Tempe,Tondano,Matano,Poso,sentani,Limboto.

Tak berhenti pada Menteri KLHK, Kepala Biro Humas Kemen KLHK ,Djati Witjaksono Hadi pun memaparkan ada sekitar 24,7 juta hektare lahan krisis yang harus ditangani KLHK dalam program prioritas saat ini. Djati pun mengakui, KLHK mustahil menyelesaikan program dengan anggaran terbatas dan jangka waktu hingga 2019.

"Kementrian KHLK hanya mendapatkan 6 triliun pertahun ,sementara untuk anggaran untuk pengelolan das dan hutan lindung itu 1 triliun pertahunnya, dan ini rencananya akan dipangkas,"katanya.

Ia pun memperhitungkan untuk rehabilitasi lahan,anggaran yang perlu dipersiapkan berjumlah 10 juta rupiah per 1 Hektare. Dari anggaran 1 triliun ini,pihaknya pun hanya bisa merehabilitasi kurang lebih 300 ribu hektare pertahunnya.

"Kalau kita setahun anggaran 1,1 triliun dan ada 24,7 juta hektare lahan yang harus ditangani,mungkin baru 23 tahun lagi barulah program ini selesai,"ucapnya.

Meski terbilang mustahil, KLHK pun masih mencari upaya alternatif lainnya agar program ini selesai. Upaya pertama adalah bekerja sama dengan menjalin mitra pada perusahaan CSR. Kedua ,penggalakan program satu orang minimal menanam 25 pohon seumur hidup.

Djati mengimbuhkan saat ini CSR seperti perusahaan pemanfaatan air kemasan dituntut untuk memelihara aliran air khususnya pada bagian Hulunya. Tak hanya perusahaan air, perusahaan lainnya seperti pembuat mobil atau maskapai penerbangan juga menggiatkan pemeliharaan dan penanaman pohon.

"Seperti perusahaan mobil menggiatkan untuk program rehabilitasi dan penanaman pohon demi menanggulangi emisi karbon mobil dan penumpang pesawat ditekan perorangnya untuk menanam pohon,"imbuhnya

Pada program 1 orang minimal menanam 25 pohom seumur hidup, KLHK bekerjasama dengan seperti Kemendikbud,Kemenag, dan kementrian terkait untuk mensosialisasikan program ini kepada kalangan pelajar dan masyarakat lainnya. Dengan kekuatan kuantitas ini,Djati berharap pihaknya dapat menyelesaikan program yang diembannya.

"Bayangkan saja,jika satu orang minimal menanam 25 pohon jika dikalikan jumlah penduduk kita 120 Juta penduduk, maka jumlah pohon yang ditanam sangatlah besar,"pungkasnya..|Syidiq Syaiful Ardli

back to top