Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi berjanji akan menangani kebakaran hutan dengan serius

Jokowi berjanji akan menangani kebakaran hutan dengan serius

Jakarta-KoPi| Presiden Jokowi menjanjikan sebuah komitmen tegas untuk mengatasi kebakaran hutan yan menghancurkan di Sumatera. Jokowi berencana untuk memperkuat dasar hukum untuk melindungi kawasan hutan dan lahan gambut.

Presiden membuat pernyataan tersebut pada hari Kamis saat bertemu dengan masyarakat setempat dalam pengadaan pembendungan kanal di desa Sungai Tohor yang terletak di provinsi Riau untuk menghentikan drainase hutan gambut.

Presiden memuji inisiatif tersebut, mengatakan, “Yang terbaik untuk lahan gambut adalah untuk memberikannya kepada masyarakat sehingga dapat dikelola untuk menjadi sagu. Pengelolaan yang dilakukan masyarakat biasanya ramah lingkungan. Jika diberikan kepada perusahaan, hal itu akan berubah menjadi monokultur seperti akasia dan kelapa sawit.”

Presiden mengatakan ia akan memperkuat dasar hukum untuk melindungi lahan gambut dan menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan menteri terkait untuk melakukannya.

“Lahan gambut tidak dapat diremehkan begitu saja, lahan gambut perlu dilindungi karena merupakan ekosistem khusus, dan itu tidak hanya gambut saja yang harus dilindungi, tetapi semua hal yang berhubungan dengan gambut juga perlu dilindungi,” kata Jokowi.

Pada kesempatan yang berbeda saat ia mengunjungi provinsi Riau, Presiden berjanji bahwa pemerintahannya akan mengintensifkan tinjuan pada pengoprasian perusahaan perkebunan. Dia menambahkan bahwa ia telah memerintahkan Departemen Kehutanan untuk langdung memeriksa situasi di lapangan.

“Jika mereka terbukti menghancurkan dan mengganggu ekosistem dikarenakan penanaman monokultur, mereka akan dihentikan. Ini harus dihentikan, kita tidak boleh membiarkan hutan hujan tropis kita hilang karena perkebunan monokultur seperti kelapa sawit,” tambah Widodo.

Sebelum kunjungan di desa Sungai Tohor, Presiden mengunjungi pulau Padang di mana ia memeriksa bukti baru yang dikuras oleh Asian Pasific Resources International Limited (APRIL), perusahaan bubur kertas besar yang masih terlibat pada perusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia.

Pengrusakan ini adalah akar penyebab dari kebakaran besar yang mengganggu wilayah itu setiap tahun, menurut Greenpeace.

Direktur Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting, mengharapkan bahwa penrnyataan Presiden Jokowi akan menjadi tanda upaya adanya komitmen lebih dari Indonesia dalam melindungi hutan dan lahan gambut.

“Peraturan lahan gambut di negara ini lemah dan kurang ditegakkan. Kami berharap Jokowi mengambil tindakan tegas untuk menghentikan ekspansi industri lahan gambut, tindakan keras terhadapt ilegalitas dan mendukung perlindungan permanen lahan gambut,” kata Longgena dalam sebuah pernyataan.

Indonesia telah mengalami kebakaran hutan besar setiap tahunnya dan mengakibatkan adanya asap dan kabut yang mengganggu kesehatan orang di sekitar hutan yang terbakar dan penerbangan domestik. Kabut juga sampai di negara tetangga, Singapura dan Malaysia yang membuat blok regional ASEAN untuk membentuk gugusan khusus untuk mengatasi masalah ini. |news.xinhuanet.com|Deby Rahmayanti|

back to top