Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia perbaiki infrastruktur negara

Indonesia perbaiki infrastruktur negara

Indonesia-KoPi, Menteri Keuangan Indonesia, Chatib Basri, menyatakan bahwa pemerintah akan menaikkan alokasi anggaran untuk infrastruktur demi meningkatkan daya saing global Indonesia. Basri juga menyatakan bahwa infrastruktur yang lebih baik akan meningkatkan keterhubungan negara dan akan mempermudah masyarakat kalangan bawah untuk mengakses fasilitas umum.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa pemerintah sudah berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat umum dalam bentuk rumah, air bersih, saluran air, listrik, makanan dan alat transportasi.


Meskipun begitu, Basri mengatakan bahwa kini Indonesia sedang menghadapi beberapa tantangan dalam memperbaharui infrastrukturnya seperti keterbatasan dalam sektor keuangan dan subsidi yang tinggi dalam sektor lain.


“Begitulah,.. pengembangan infrastruktur harus dilakukan oleh perusahaan negara, pihak swasta serta kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta,” paparnya.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net

back to top