Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Diskusi film Thin Ice, pemanasan global itu nyata

Diskusi film Thin Ice, pemanasan global itu nyata
Surabaya- KoPi| Sebuah film karya Simon Lambs film yang diluncurkan pada tahun  2013 lalu menjadi topik utama dalam diksusi yang dihadiri oleh ragam komunitas dan mahasiswa di Surabaya, di Coffee Toffe Jatim Expo pada selasa (1/8) malam. Diskusi yang dipimpin oleh Stuart Bruce, Climate Adviser dari Kedubes Inggris untuk Indonesia ini menggebrak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Pasalnya, film dokumenter tersebut menceritakan bagaiamana para saintis di belahan dunia bekerja mempelajari  apa yang sedang terjadi pada bumi kita terkait dengan fenomena pemanasan global. “Film ini memberikan saya jawaban bahwa perubahan iklim itu sangat nyata, dan ada dampaknya. Semoga film ini menjadi assist bagi masyarakat untuk mulai memperdebatkan tentag apa yang bisa dilakukannya,” tutur Stuart.

Penyebab utama dalam perubahan iklim, sebagiamana yang diceritakan dalam film tersebut adalah gas karbondioksida. Penggunaan manusia dalam energi yang dihasilkan memunculkan karbondioksida. Gas tersebut dengan mudah diserap, sehingga menghasilkan suuhu global yang semakin panas.

“Dampak yang terjadi pada Indonesia sangatlah banyak. Banjir, kebakaran, kelangkaan pangan dan termasuk semakin ilangnya pulau pulau yang dimiliki Indonesia,” ujar Stuart.

Stuart mengatakan bahwa Indonesia memiliki peran sangat penting pada COP 21 UNFCCC di Paris pada bulan Desember mendatang

“Indonesia memiliki suara terpenting dalam konferensi tersebut. Selain sebagai paru-paru dunia, Indonesia memiliki alam yang bisa terkena imbas secara luas. Bukan berarti sebagai negara berkembang, Indonesia tidak memiliki peran. Justru, seluruh negara harus bahu-membahu, saliing mengurangi emisi  untuk mencegah pemanasan global,” lanjutnya.

Diskusi yang dihadiri oleh ragam komunitas pencinta lingkungan ini bertujuan untuk bersama dalam peran untuk menyelamatkan dunia. “Kita semua tentunya ingin bisa menyelamatkan dunia. Agar cucu kita punya kehidupan yang lebih baik. Jangan sampai kita menunda penyelamatan kita dan kemudian hari menyesali bahwa kita sudah sangat terlambat,” tutur Stuart. |Labibah|

back to top