Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ada apa dengan 650 pohon di Pasuruan?

Ada apa dengan 650 pohon di Pasuruan?

Pasuruan-KoPi| Pemanasan global (global warming) atau meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan yang mendatangkan berbagai dampak negatif dan mengancam kehidupan di bumi mendapat atensi tersendiri bagi Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf.

Perhatian tersebut mewujud dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon untuk Hidup yang lebih Baik di Pondok Pesantren Metal Al-Hidayat, Desa Rejoso Lor, Kabupaten Pasuruan (Selasa, 29/12). 

Pada kesempatan itu, Fatma secara simbolis menanam 650 bibit pohon dari berbagai jenis, seperti pohon alpukat, nangka, jambu air, sawo kecik, sawo buah, mangga, dan sengon. Dari 650 bibit pohon tersebut, sebanyak 130 bibit diserahkan kepada Ponpes Al-Hidayat, sedangkan 520 bibit diserahkan kepada PCNU Kab. Pasuruan.

Fatma mengatakan bahwa 650 pohon bisa menjadi bagian dari pencegahan kerusakan bumi dari global warming.

“Global warming yang membuat iklim tidak stabil ini bukan hanya sekedar fenomena alam, tetapi disebabkan ulah manusia sendiri, seperti penggundulan hutan, banjir, dan lainnya. Karena itu, mari kita mengajak masyarakat dan mengajarkan anak-anak kita untuk menanam dan memelihara pohon,” katanya.

Masih menurut Fatma, gerakan tanam dan pelihara pohon ini juga turut menyukseskan program penanaman satu miliar pohon yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. “Gerakan ini sudah empat tahun kami laksanakan di tempat yang berbeda, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi masa depan bumi kita,” katanya.

Gerakan tanam dan pelihara pohon ini tidak hanya sampai disini saja, lanjut Fatma, setahun kemudian pihaknya akan datang kembali ke Pasuruan untuk mengevaluasi pohon-pohon yang telah ditanam.

“Kami akan meninjau sejauh mana pertumbuhan pohon-pohon ini, apakah dirawat atau tidak? Tentu kami berharap pohon-pohon ini dirawat dengan baik, sehingga bisa mendatangkan manfaat bagi ponpes ini, bagi masyarakat, dan kehidupan bumi kita,” ujarnya.

Fatma mencontohkan, jika pohon-pohon dirawat dengan baik sehingga buah-buahnya tumbuh lebat, tentu buah-buah tersebut bisa dikonsumsi oleh penghuni ponpes, diberikan kepada warga sekitar, atau bahkan dijual sehingga uangnya dapat digunakan untuk kesejahteraan ponpes. “Yang membeli selain masyarakat ya kita-kita ini,” katanya.

“Sekali lagi, saya berharap pohon ini tidak disia-siakan, tapi dapat tumbuh dengan baik, karena 650 bibit pohon ini juga membutuhkan dana yang sangat besar, mari kita bekerjasama. Saya memiliki masa, tekad, niat untuk menjaga dan melestarikan kesehatan alam. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah terlibat,” pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan, pihaknya berterima kasih atas terpilihnya Kabupaten Pasuruan sebagai tempat pelaksanaan gerakan ini. “Kami harap dengan gerakan ini bisa mengurangi terjadinya bencana alam di Kabupaten kami, terutama banjir di beberapa tempat dan tanah longsor seperti di Tosari,” katanya.

“Kami akan terus melakukan upaya-upaya pelestarian alam dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, ponpes, LSM, universitas dan sekolah, kami juga memulai memberdayakan potensi anak sekolah di tingkat dasar sampai perguruan tinggi untuk melakukan gerakan yang sama,” pungkasnya. |YP| 

back to top