Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

324 taman kota tetap tak cukup bagi Surabaya...

Taman kota di Surabaya Taman kota di Surabaya
Surabaya – KoPi. Taman kota tidak hanya penting untuk menjaga ekologi. Taman kota juga merupakan tempat orang bersosialisasi, membangun ikatan dengan orang lain, dan berekreasi. Dengan biaya murah, orang sudah bisa berekreasi di taman kota bersama keluarga. Bandingkan dengan mall yang untuk duduk saja harus membayar.

Surabaya, yang beberapa tahun belakangan terkenal karena taman kotanya, saat ini memiliki total 324 taman. Namun, tidak semuanya bisa dikunjungi. “270 taman merupakan taman pasif, atau taman yang berfungsi untuk ekologi dan penghijauan,” kata Gingin Ginanjar, Kepala Seksi Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya.

Sementara, 54 taman lain merupakan taman aktif yang bisa dikunjungi, seperti Taman Bungkul, Taman Flora, Taman Pelangi, Taman Prestasi, Taman Lansia, dan sebagainya. Sebagian sudah dikenal masyarakat karena memiliki tema yang unik. Tapi, jika dihitung, kurang lebih hanya 13 taman yang dikenal warga Surabaya. Di mana puluhan taman sisanya?

Gingin mengatakan, wajar masyarakat tidak menyadari Surabaya memiliki taman sebanyak itu. Mengingat taman yang sering diulas dan dikunjungi publik adalah taman-taman tematik yang luas. Taman aktif lain, merupakan taman-taman kecil yang berada di tengah perkampungan penduduk. Taman tersebut merupakan taman komunitas, dibangun atas permintaan warga sekitar.

Untuk itu, DKP Surabaya berupaya mengembangkan taman-taman kecil itu sehingga memiliki tingkat kunjungan sebesar taman lain yang lebih luas. Idealnya, satu komunitas memiliki satu taman, seperti halnya di Jepang. Setidaknya, setiap kecamatan harus memiliki satu taman setara Taman Bungkul.

“Ini penting untuk persebaran dan geliat ekonomi masyarakat. Taman Bungkul sudah terlalu ramai, pengunjung kurang tersebar ke taman lain,” tutur Gingin.

Bagi Surabaya, taman kota merupakan obyek penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, meskipun saat ini rasio ruang terbuka hijau di Surabaya mencapai 20,23% dari luas kota, tidak pernah ada kata ‘cukup’ bagi taman kota Surabaya. 

Sejatinya, taman memiliki tiga fungsi, yaitu fungsi ekologi, fungsi estetika, dan fungsi sosial. Namun di Surabaya, ketiga fungsi itu secara khusus melahirkan beberapa fungsi tambahan, seperti fungsi kesehatan, edukasi, dan ekonomi.

Fungsi kesehatan misalnya seperti yang ada di Taman Lansia, yang memiliki jalur refleksi. Fungsi edukasi menjadikan taman sebagai tempat belajar bagi anak-anak, seperti melalui instalasi berbentuk huruf alfabet. Taman di Surabaya juga berperan penting bagi ekonomi kerakyatan karena sentra PKL umumnya berlokasi di dekat taman.

Untuk itu, DKP terus menambah jumlah taman yang ada di Surabaya. Tahun 2013 lalu, DKP membangun taman aktif dan pasif di 51 lokasi, sementara tahun 2014 ini direncanakan beberapa taman baru di 20 lokasi.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top