Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jika Jogja macet, itu salah masyarakat

Jika Jogja macet, itu salah masyarakat

Yogyakarta-KoPi - Menurut data Dinas Perhubungan DIY jumlah armada angkutan Yogyakarta sudah memenuhi kebutuhan masyarakat. Terdapat 74 trans jogja (TJ), 800 taksi, dan 281 angkutan AKDP-perkotaan.

“Hampir semua kota besar mengalami masalah kemacetan. Kalau di Jogja saya kira tidak macet. Macetnya hanya pada waktu-waktu tertentu saja seperti pulang kerja, dan berangkat kerja atau akhir pekan, ditambah sekarang ada pengalihan arus akibat ambruknya jembatan Comal di Pemalang”.

Demikian pernyataan Kasi angkutan umum Dinas Perhubungan DIY, Muhammad Yazid. Menurut Muhammad volume kendaraan di Yogyakarta tidak memicu kemacetan. Kemacetan terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan angkutan umum.

Sependapat dengan Muhammad, pengamat transportasi UGM Deni Prasetyo Nugroho mengunggulkan TranjogjaJ sebagai solusi utama kemacetan dengan meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi.

“Trans Jogja solusi pemerintah untuk mengatasi kemacetan. Keberadaannya harus ditambah dan yang paling penting kualifikasi SPM (standar pelayanan minimum) Trans Jogja diperketat,” kata Deni.

Namun, di lapangan Trans Jogja belum sepenuhnya seperti yang diklaim pihak Dinas Perhubungan DIY. Seperti yang diungkap Pleh salah seorang penumpang Trans Jogja, berpendapat Trans Jogja tidak jauh beda dengan angkutan umum lainnya. Fasilitas Trans Jogja seperi AC dan beberapa pintu rusak dan tidak diperbaiki. hal itu membuat sebal masyarakat. ( baca, Wajah Trans Jogja Kini)

Menanggapi pihak Dinas Perhubungan DIY yang menyalahkan keasadaran masyarakat semata, Pleh tertawa dan mengatakan, itu contoh pemerintah asal ngomong.

Reporter: Winda Efanur, Haerul Mustakim


 

 

back to top