Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Hary Tanoe dukung Prabowo, ngefek?

foto: butonpos.com foto: butonpos.com

KoPi. Siapa tidak kenal Hary Tanoesoedibjo yang akrab dipanggil Hary Tanoe? Kini pada pilpres 2014 dia memutuskan untuk mendukung Prabowo sebagai calon capres. Berikut adalah laporan khusus KoPi menelisik alasan bos MNC itu mendukung Prabowo.

Hari Tanoe merupakan pemilik bisnis media raksasa dalam Media Nusantara Citra (MNC) group yang menguasai beberape chanel televisi nasional dan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Hary Tanoe mengawali karir politik dengan bergabung ke Partai Nasdem pada tahun 2011. Pada Januari 2013 ia keluar dari Nasdem sebab ketidakcocokan dengan Surya Paloh sang ketua umum.

Februari 2013, Hary Tanoe bergabung dengan Partai Hanura bersama Wiranto. Akan tetapi Suara Hanura ternyata tidak memungkinkan mengajukan calon capres sendiri. Oleh sebab itu partai ini mesti berkoalisi dengan partai lain yang telah memiliki calon capres dan cawarpres. Pilihan Hary Tanoe adalah mendukung Prabowo walaupun harus bertentangan dengan Wiranto. Mengapa?

Ada beberapa kemungkinan alasan dukungan Hary Tanoe pada Prabowo:

Pertama, Hary Tanoe masih berada pada posisi bermusuhan dengan Surya Paloh dan Nasdem. Sedangkan Nasdem kini berada dalam barisan poros calon capres Jokowi. Pada waktu itu, keluarnya Hary Tanoe dari Nasdem disebabkan oleh menyempitnya kemungkinan dia berposisi sebagai ketua umum. Isu ini sempat beredar luas di masyarakat. Namun demikian, melalui media massa Hary Tanoe mengklarifikasi bahwa dia kecewa pada Nasdem yang tidak memberi tempat pada kaum muda. Itulah alasan dia keluar.

Sayangnya, Hary Tanoe tidak menjelaskan apakah Prabowo masih termasuk kalangan muda atau tua dalam peta pemimpin politik nasional?

Kedua, menggunakan kalkulasi bisnis maka Prabowo lebih memberi kemungkinan posisi strategis dibandingkan Jokowi. Posisi Prabowo yang masih kalah popularitas dan elektabilitas dibandin Jokowi, menyebabkan dia harus mendapatkan dukungan seluas mungkin. Maka ada kemungkinan Hary Tanoe memperoleh tawaran lebih segar dari Prabowo dibanding jika memberikan dukungan calon capres lainnya.

Ketiga, Hary Tanoe sedang memainkan politik emosional dibandingkan politik ideologis. Dari rekaman perilaku politiknya, Hary Tanoe tidak berpolitik karena faktor ideologis. Maka dia dengan mudah dukung sana, keluar partai, dan masuk ke lingkaran politik lain.

Apakah dukungan Hary Tanoe memberi efek positif pada Prabowo. Sosiolog politik Novri Susan menyatakan tidak akan memberi kontribusi pada elektabilitas namun aspek permodalan saja.

"Kalau Hanura merasa Hary Tanoe tidak mampu mendongkrak suara partainya, tentu itu berlaku sama pada Prabowo. Hanya saja, Hary Tanoe bisa membantu modal kampanye termasuk iklan-iklan di media miliknya"

Jika demikian, masih mungkinkah Prabowo menang dalam pilpres 2014 setelah Hary Tanoe mendukungnya?*

 

*Litbang KoPi

 

 

 

 

back to top