Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Duh, galaknya rumah sakit sama pasien

Duh, galaknya rumah sakit sama pasien
KoPi | Kurang optimalnya pelayanan di rumah sakit milik pemerintah sempat membuat Gubernur Jawa Timur murka. Pada tahun 2014, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur pernah menegur empat rumah sakit milik pemerintah yang ada di Jawa Timur. Rumah sakit tersebut antara lain RSU dr Soedono Madiun, RSUD dr Saiful Anwar Malang, RS Menur Surabaya, dan RS Haji Surabaya.
 

Karwo menyebutkan keempat rumah sakit tersebut mengalami penurunan dalam kualitas pelayanan. Padahal, beberapa RS tersebut sempat menjadi unggulan, seperti RSU dr Soedono Madiun.

Tidak hanya gubernur, pada 2014 anggota dewan kota Surabaya juga menilai pelayanan RS milik Pemerintah Kota juga tidak optimal. Mereka menilai kualitas pelayanan RS seperti RSUD dr. Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada hanya 50%. Pelayanan itu tidak hanya dari sisi keramahan pegawai, tetapi juga ketersediaan alat medis.

Menurut DPRD Kota Surabaya, banyak masyarakat yang tidak berani memprotes pelayanan buruk yang mereka terima karena kebanyakan mereka menggunakan kartu BPJS. Seringkali pasien pengguna BPJS hanya diam saja apabila mendapat perlakuan kasar pegawai rumah sakit.

Perlakuan kasar tersebut diamini oleh salah seorang netizen asal Surabaya. Meski tidak menjadi korban perlakuan kasar, Ananda, seorang ibu asal Surabaya menyaksikan pihak RS memperlakukan seorang pasien secara diskriminatif karena latar belakang kesukuannya.

Hal tersebut diungkapkan Ananda lewat sebuah forum di dunia maya. Ananda menceritakan ketika ia menjalani proses melahirkan lewat operasi caesar bebarengan dengan seorang pasien asal Madura. Menurutnya, perawat memperlakukan pasien tersebut dengan kasar dan dengan kata-kata pedas bernada tinggi. 

 

back to top