Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

95 % setuju itu bohong!

95 % setuju itu bohong!

KulonProgo-KoPi| Protes diberikan oleh Samiati, penduduk Kulon Progo mengenai pemberitaan beberapa media yang mengatakan 95 % masyarakat Kulon Progo setuju terhadap pembangunan Bandara di Kulon Progo. Samiyati mengatakan bahwa jumlah tersebut tidak benar adanya.

Penolakan Samiyati tersebut dibenarkan oleh Humas Tim Percepatan Pembangunan Bandara Baru, Sumarno. Sumarno mengatakan bahwa dalam sosialisasi pertama, ada sekitar 73,4 % jumlah warga yang setuju. Itu mengapa kemudian dilakukan konsultasi publik ulang. Konsultasi publik ulang itu sendiri masih belum selesai dilaksanakan.

Sumarno juga mengatakan bahwa jika melihat masih adanya ketidaksepakatan dalam masyarakat di beberapa desa, maka konsutasi ketiga sangat memungkinkan untuk dilaksanakan. Tim percepatan Pembangunan Bandara sendiri diberikan waktu 60 hari dalam masing-masing konsultasi publik.

Berbeda dengan konfirmasi kedua pihak sebelumnya, Bupati Kulon Progo, Dr. Hasto Wardoyo justru hampir membenarkan pemberitaan media. Hasto menyebutkan ada 90% lebih masyarakat yang sudah menyatakan kesetujuannya terhadap pembangunan.

Realitas lain justru nampak ketika melihat masih banyaknya masyarakat yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT). Ada setidaknya 600 warga yang tergabung dalam WTT. Angka tetap 600 tersebut adalah mereka yang menolak tanpa syarat terhadap pembangunan Bandara.

Belum lagi jika menyusuri jalan menuju rumah Lurah Glagah. Di sepanjang jalan, terdapat tempeh-tempeh di kanan dan kiri jalan. Tempeh-tempeh yang terpaku di batang pohon tersebut bertuliskan sindiran dan protes warga terhadap Lurah Glagah yang dianggap Pro pembangunan Bandara.

“Kalau ada pamphlet jelek untuk pak lurah itu bukan WTT , itu hanya orang emosi,” tambah Samiyati.| Chusnul Chotimmah|Winda Efanur Fs| Nurul| Arrifah

back to top