Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Jogjakarta-KoPi| Setelah hakim PTUN Jogjakarta  memenangkan gugatan masyarakat Kulonprogo dua pekan lalu (25/6) berkaitan dengan rencana pembangunan bandara di Kulonprogo, pihak Pemprov DIY tampaknya akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Menanggapi itu, warga Temon Kulonprogo, dalam hal ini Wahana Tri Tunggal (WTT) menyatakan siap bertahan dan melawan. Demikian Rizky Fatahillah, penasehat hukum WTT menegaskan.

“Kami sudah siap, ini kami dalam posisi menunggu. Warga juga siap menghadapi, mereka mengerti proses perjuangan belum selesai,” papar Rizky melalui pesan teks.

Salah satu anggota Tim Percepatan PT. Angkasa Pura I (PT. AP I), Haryadi tidak banyak komentar ketika dikonfirmasi tentang rencana ini. Sementara pihak Pemrov pun tidak bersedia dimintai keterangan.

“Tahap kontruksi dan pengoperasian menjadi wewenang PT. Angkasa Pura I, tapi keputusan ke MA dilakukan oleh Pemprov karena yang kemarin digugat dan dibatalkan hakim kan IPL Gubernur DIY,” tulis Haryadi.

Seperti telah diberitakan dua pekan lalu,Selasa (25/6/15) Wahana Tri Tunggal, komunitas masyarakat petani berhasil memenangkan gugatan IPL (Izin Penetapan Lokasi) dari Surat Keputusan Gubenur DIY No 68/Kep/2015. Kawasan Temon Kulonprogo yang ditetapkan sebagai pengembangan bandara internasional yang baru, dinilai tidak layak. Kawasan tersebut berpotensi bencana tsunami dan melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah.

back to top