Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Jogjakarta-KoPi| Setelah hakim PTUN Jogjakarta  memenangkan gugatan masyarakat Kulonprogo dua pekan lalu (25/6) berkaitan dengan rencana pembangunan bandara di Kulonprogo, pihak Pemprov DIY tampaknya akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Menanggapi itu, warga Temon Kulonprogo, dalam hal ini Wahana Tri Tunggal (WTT) menyatakan siap bertahan dan melawan. Demikian Rizky Fatahillah, penasehat hukum WTT menegaskan.

“Kami sudah siap, ini kami dalam posisi menunggu. Warga juga siap menghadapi, mereka mengerti proses perjuangan belum selesai,” papar Rizky melalui pesan teks.

Salah satu anggota Tim Percepatan PT. Angkasa Pura I (PT. AP I), Haryadi tidak banyak komentar ketika dikonfirmasi tentang rencana ini. Sementara pihak Pemrov pun tidak bersedia dimintai keterangan.

“Tahap kontruksi dan pengoperasian menjadi wewenang PT. Angkasa Pura I, tapi keputusan ke MA dilakukan oleh Pemprov karena yang kemarin digugat dan dibatalkan hakim kan IPL Gubernur DIY,” tulis Haryadi.

Seperti telah diberitakan dua pekan lalu,Selasa (25/6/15) Wahana Tri Tunggal, komunitas masyarakat petani berhasil memenangkan gugatan IPL (Izin Penetapan Lokasi) dari Surat Keputusan Gubenur DIY No 68/Kep/2015. Kawasan Temon Kulonprogo yang ditetapkan sebagai pengembangan bandara internasional yang baru, dinilai tidak layak. Kawasan tersebut berpotensi bencana tsunami dan melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah.

back to top