Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tidak menyayangi anaknya, orang tua dipenjara

Tidak menyayangi anaknya, orang tua dipenjara

Inggris-KoPi, Orang tua yang tidak menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada anaknya bisa dipenjara menurut undang-undang pelalaian terhadap anak di Inggris.

Orang tua yang ditemukan bersalah menurut undang-undang yang bernama “Cinderella Law”, yang akan diperkenalkan pada waktu Pidao Ratu, bisa menghadapi hukuman selama 10 tahun penjara.


Berdasarkan undang-undang baru tersebut, segala sesuatu yang membahayakan perkembangan anak entak sifatnya berupa fisik, intelektual, emosi, sosial atau perilaku bisa dianggap sebagai tindak  kejahatan.


Undang-undang tersebut termasuk juga jika menyia-nyiakan anak atau tidak menunjukkan kasih sayang terhadap anak dalam waktu yang lama, karena mempengaruhi perkembangan emosianal anak.


“Saya bertemu dengan seorang anak yang  menjadi korban dalam keluarganya, dia terus menerus dihina sehingga membuat si anak merasa tidak dicintai,” Sir Tony Hawkhead kepala yayasan peduli anak yang bernama The Children and Young Persons Act, mengatakan.


“Dampak dari tindakan tersebut buruk sekali dan bisa merusak kesehatan mental anak, dalam beberapa kasus ada yang bisa menyebabkan bunuh diri,” tambahnya.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top