Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Polres Pemalang sita 11,6 ton pupuk bersubsidi

Polres Pemalang sita 11,6 ton pupuk bersubsidi

Pemalang – KoPi|  Satgas 7 Polres Pemalang , diwakili oleh Sat Reskrim , Senin (3/6) sekitar pukul 19:30 WIB berhasil menyita 11,675 ton pupuk bersubsidi yang ditimbun di gudang  KUM binti YAS (36 th) di Desa Nyamplungsari Rt 09 Rw 02 – Petarukan.

Pihak Polres Pemalang memberikan keterangan Kum membeli pupuk bersubsidi dari sejumlah kios di Petarukan, diantaranya Desa Ujenggede, Karangasem  milik DIR Pupuk itu jenis ZA, Phonska, Urea dan Petroganik seberat 5 ton. Kemudian membeli Urea 2 ton dari BAS di Desa Loning dari  SRI di Desa Pegundan seberat 1 Ton.

Kemudian dari H. AS di Desa Klareyan berupa pupuk Phonska dan Urea seberat 3 Ton dan dari H. AN di Desa Pegundan berupa Phonska seberat 5 Kwintal, serta sisa dari pembelian sebelumnya sehingga seluruhnya total seberat 11,675 Ton. Sementara itu, menurut keterangani Agen Distributor pupuk bersubsidi wiilayah Kecamatan Petarukan,  KUM bukan merupakan agen pengecer pupuk bersubsidi pemerintah, melainkan hanya sebagai pedagang sembako. Ia terbukti membeli, menimbun dan menjual kembali pupuk bersubsidi.


KUM membeli Pupuk ZA seharga Rp 1.800,-/Kg dijual kembali dengan harga Rp 2.200,-/Kg, Pupuk Phonska/NPK seharga Rp 2.400,-/Kg dijual dengan harga Rp 2.800,-/Kg, Pupuk Urea seharga Rp 1.900,-/Kg dijual kembali dengan harga Rp 2.500,-/Kg, Pupuk Petroganik/Organis seharga Rp 500,-/Kg dijual dengan harga Rp 625,-/Kg.

KUM mengakui  dalam kurun waktu 1,5 tahun, dirinya menekuni usaha jual beli pupuk bersubsidi dan mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan.

Kapolres Pemalang AKBP DEDI WIRATMO, S.I.K menegaskan anggotanya yang tergabung dalam Satgas 7 yaitu Penegakan Hukum Penyelewengan Pendistribusian barang Bersubsidi, memperoleh informasi  ada pedagang sembako di Desa Nyamplungsari yang sering membeli pupuk bersubsidi dalam pengawasan pemerintah dari agen pengecer dalam jumlah yang banyak dan menjualnya kembali dengan harga yang cukup tinggi.

Dari hasil penyelidikan Satgas diatas selama beberapa hari, kemudian dipancing  dengan  menyamar  sebagai  petani  yang  akan  membeli  pupuk,  akhirnya terbongkarlah kejadian tersebut, kata Kapolres.

KUM di duga keras telah melakukan perbuatan pidana : Memiliki, menjual atau memperdagangkan barang dalam pengawasan pemerintah tanpa Izin, sebagaimana diatur dalam bunyi Pasal : 6 ayat (1) huruf b jo. Pasal 1 Ke 3e UU RI Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi, dengan ancaman hukuman penjara selama – lamanya 2 (dua) tahun.

Namun, dengan pertimbangan kemanusiaan dan tersangka proaktif serta sanksi hukum, maka tersangka tidak ditahan, jelas Kapolres.| Joko Longkeyang

back to top