Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Jogjakarta-KoPi| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menetapkan satu tersangka dalam kasus penambangan pasir ilegal di lereng Merapi di Desa Bagnunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Tersangka dengan inisial HA pemilik CV Pakem Sari beralamat di pakem Sleman.

Dalam kasus ini HA telah melanggar pasal 158 UU no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, “Setiap orang yang melakukan perusahaan pertambangan tanpa IUP dan IPR dipidana penjara paling lama 10 tahun dan densa paling banyak 10 M”
Hingga kini polisi telah memeriksa 22 orang saksi dan sempat berkoordinasi dengan tiga saksi ahli. Saksi ahli terdiri dari satu ahli pertambangan, satu ahli pidana dan satu ahli titik koordinat.

Sebagai barang bukti polisi telah menyita 4 unit excavator, 3 unit tronton, 2 unit drump truck, buku catatan kerja karyawan, buku catatan keluarnya pasir dan uang saku sopir, nota pembelian solar, nota slip tanda bukti pengiriman pasir, serta pasir di TKP sebanyak 20 ribu kubik.

Menurut Dinas PUP-ESDM DIY, Rani Syamsinarsi mengatakan di DIY ada sekitar 48 perijinan yang sudah diterbitkan dan hanya 6 yang bersih. Hal inilah yang menjadi tantangan menteri ESDM, salah satunya mengawasi beberapa perijinan yang habis atau perijinan yang maish berlaku namun tidak beroperasi.

back to top