Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Mengembalikan wibawa polisi yang hilang

Mengembalikan wibawa polisi yang hilang
Surabaya – KoPi | Kontroversi pelantikan Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri pada Rabu (22/4) lalu menuai beberapa dampak bagi masyarakat. Pelantikan yang terkesan diam-diam memanfaatkan momen KAA ini kembali menjatuhkan wibawa polisi di masyarakat.

Krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum ini harus segera diatasi. Pasalnya, Polri merupakan lembaga yang mengatur seluruh tindakan masyarakat atau yang disebut sebagai kontrol sosial.

Menurut Pakar Sosiologi Hukum Universitas Airlangga Prof.Dr. Musta'in Mashud, Kepolisian merupakan aparatur negara paling dekat dan bahkan menyatu dengan masyarakat. Seluruh kepentingan masyarakat dari level bawah sampai yang paling tinggi selalu berhubungan dengan lembaga Kepolisian. Strategi ini seharusnya dimanfaatkan Polri untuk mengembalikan wibawanya di mata masyarakat.

Mustain menilai, wibawa polisi sebenarnya masih dapat diangkat kembali. Untuk mengangkat kredibilitas tersebut dapat dimulai dari proses rekrutmen anggota dan pengangkatan pejabat dengan kapasitas yang sesuai.

“Polisi harus menempatkan the right man in the right place. Tidak ada tawar menawar kepentingan politik atau bias terhadap kebijakan,” ujar Mustain.

Polri juga harus menegakan hukum secara obyektif untuk menciptakan konstruktivitas masyarakat yang baik. Jika penerapan hukumnya obyektif, kinerja polisi akan diapresiasi masyarakat. Dan masyarakat akan kembali percaya polisi mampu mengendalikan dan mengatur ketertiban sosial.

“Terkait kasus BG, Polri harus segera mengumpulkan bukti yang nyata, jelas, dan dapat dipublikasikan kepada publik. Sehingga disorientasi publik pada Polri akan pulih dan kembali memunculkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Mustain.

Sebagai lembaga pengontrol sosial, polisi harus memiliki integritas moral tanggung jawab yang berdasarkan Undang-undang. Hal itu dinilai akan mengembalikan wibawa polisi yang terpuruk. | Labibah

back to top