Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI
Surabaya – KoPi | Hanya dalam selang beberapa hari, dua TKI asal Indonesia dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi. Setelah sebelumnya TKI asal Bangkalan Siti Zaenab, pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Karni binti Medi Tarsim, TKI asal Brebes.
 

Menyangkut hal itu, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah sangat menyesalkan kedua hukuman mati tersebut. Ia mengungkapkan pemerintah sudah lama mendapat kabar bahwa keduanya sudah terancam hukuman mati dan terus berusaha melakukan upaya hukum dan diplomasi. 

Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi tetap melakukan eksekusi tanpa memberitahu pemerintah Indonesia waktu dan tempat pelaksanaannya. “Itu yang kita sesalkan, karena itu sudah menyalahi aturan internasional. Jadi bukan kecolongan,” tukas Hanif di sela acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Hanif menyebutkan selama ini pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja. Hanif mengatakan pemerintah sudah berupaya maksimal untuk mencegah kemungkinan terburuk.

“Semua langkah maksimal sudah dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, pengacara, optimalisasi diplomasi, dan pendekatan informal pada keluarga korban dan ahli waris serta suku asal korban,” ujarnya.

Hanif menyatakan saat ini ada 228 orang WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati di luar negeri. 37 orang di antaranya mereka ini adalah TKI. Mereka semua terlibat dalam berbagai macam kasus, seperti narkotika, kriminal murni, dan ada juga kasus ketenagakerjaan.

 

back to top