Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Machfud MD : Hukuman Mati Bagi Koruptor

Machfud MD : Hukuman Mati Bagi Koruptor

Surabaya- KoPi,   Mantan Ketua Hakim Mahfud MD, melalui Workshop Indonesia 5 Tahun ke Depan : Pemikiran Tokoh Nasional  di Universitas Airlangga Surabaya menyatakan bahwa hukuman mati adalah salah satu jalan keluar dari buntunya pemberantasan korupsi. ( 13/3/14)

Machfud MD datang sebagai pembicara didampingi pengamat Ekonomi, Aviliani dan juga presenter kondang Desi Anwar. Mahfud MD yang selama memimpin MK mendapat prestasi sebagai 10 MK terbaik di dunia versi Harvard Handbook Amerika ini memiliki usulan kongkret terkait korupsi yang menyerang ke segala lini kehidupan di Indonesia. Adanya hukuman mati dan pembuktian hukum terbalik menjadi jalan keluar buntunya pemberantasan korupsi.

 

“Ke depan agar lebih jelas penyelesaiannya  korupsi yang mbulet ini ada 2 hal: satu, ada revisi Undang-undang Tindak Pidana Korupsi sehingga orang yang melakukan korupsi itu diancam hukuman mati bukan diancam hukuman mati kalau korupsi dalam keadaan kritis. Karena keadaan kritis itu tidak ada ukurannya yang jelas sehingga ke depan hanya mencoret satu kata aja kata kritis itu, pokoknya hukuman mati. Kedua, pembuktian hukum terbalik, agar orang yang kekayaannya lebih dari batas kewajarannya mampu membuktikan bahwa itu sah, jangan jaksa yang membuktikan itu hasil korupsi. Saya kira itu penting bagi pengembangan hukum ke depan agar kita tidak berhenti di satu titik di satu tempat, ndak jalan-jalan.” Ujarnya.

 

Tentang pengawasan MK oleh Komisi Yudisial, Mahfud menyatakan ketidaksetujuannya karena UU pengawasan MK oleh Komisi Yudisial dibatalkan karena bagaimanapun MK harus tetap diawasi dan tidak boleh kebal hukum. Mahfud berharap masyarakat tetap harus mengawasi kinerja MK.

 

Terkait Resminya Gubernur DKI Jakarta, Joko “Jokowi” Widodo menjadi calon presiden dari PDI-P, Mahfud MD juga tetap menyatakan optimis terhadap pencapresannya oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meskipun harus bersaing  dengan Jusuf Kalla dan Rhoma Irama, Mahfud MD menjawab yakin.

 

“Harus optimis. Pak JK harus optimis, Rhoma Irama harus optimis dan saya juga harus optimis. Pokoknya semuanya harus optimis, demokrasi itu dibangun di basis optimis karena tidak optimis demokrasi mati dong, ndak ada orang nyalon DPR, DPRD, bupati itu karena mereka optimis karena optimis itu mencari jalan demokratis untuk mencapai optimismenya itu.”

 

Lebih lanjut, Mahfud MD enggan memberikan komentar tentang siapa cawapres yang diinginkan untuk berpasangan dengan dirinya. Hal ini diperjelas dengan pengakuan Mahfud MD bahwa PKB masih belum menetapkan siapa yang akan menjadi capres dan juga masih ingin melihat hasil dari pemilu legislatif 9 April. 

 

“kamu saja yang jadi cawapresnya ya”, ujarnya sembari tertawa kepada wartawan.

 

Reporter : Yogi Ishabib-Nora T. Ayudha

 

back to top