Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kejagung dituntut selesaikan kasus Chevron

Kejagung dituntut selesaikan kasus Chevron
Jakarta-KoPiKejaksaan Agung Republik Indonesia diminta agar segera menuntaskan Kasus Bioremediasi PT. Chevron Pacific Indonesia yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, termasuk menjerat para petinggi Chevron lainnya yang selama ini tidak di sentuh oleh Korps Adhiyaksa itu. 
Pasalnya proyek yang dilakukan oleh perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu diduga melibatkan para petinggi kelas kakap bahkan patut di duga ada keterlibatan unsur lembaga negara dalam proyek itu.

Permintaan tersebut disampaikan oleh gabungan 50 organisasi yang tergabung antara lain : Perhimpunan Simpul Aktivis Seluruh Indonesia (PERSIRA), Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Indonesia (ILMISPI), Poros Aliansi Basan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Poros BEM-I), Front Gerakan Aktivis Seluruh Indonesia (FRAKSI), LSM Indonesia Committee Transparency (INDOTRANS), Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum (FMPH), Koalisi Nasional Anti Korupsi (KASASI), Dan puluhan organisasi lainnya.

"Kasus Bioremediasi PT. Chevron Pacific Indonesia harus menjadi prioritas Kejagung untuk mengusut sampai tuntas karena kasus ini merupakan preseden buruk bagi keberadaan perusahaan tersebut di indonesia" ungkap Inisiator Gerakan yang juga Presiden PERSIRA, Fuad Bachmid di Jakarta, Jumat (12/12/2014).
 
Menurut Fuad, Kasus yang merugikan negara sebesar Rp. 200 Miliar itu harusnya sudah dapat diusut sampai ke akar-akarnya termasuk menyelidiki keterlibatan pihak lain di internal Chevron Dan Unsur Pemerintah yang selama ini belum tersentuh oleh Kejaksaan sehingga tidak terkesan setengah hati dalam mengungkap kasus tersebut. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan perkembangan berkaitan dengan penyitaan aset-aset PT.Chevron Pasific Indonesia termasuk sejumlah alat-alat bergerak berupa mobil dan truk di pekanbaru riau, sebab sampai saat ini belum ada perkembangan lanjutan dari Kejaksaan Agung berkaitan dengan progres kelanjutan kasus itu.
 
"Termasuk memastikan kapan Tersangka Alexia Tirtawidjaja yang menjadi Buron diseret ke meja hijau yang diduga bersembunyi di AS, inilah yang harus menjadi prioritas Kejaksaan untuk segera mengungkap aktor lain yang selama ini belum tersentuh" katanya

Tak hanya itu, Fuad juga menilai upaya Pemerintah yang cenderung mengomentari soal diskriminasi kasus Chevron dinilai cukup ganjal sebab seharusnya Pemerintah selaku penanggung jawab harusnya bersikap netral dan tidak mengintervensi penyelidikan kasus tersebut, sehingga sangat di khawatirkan adanya tekanan Amerika terhadap pemerintah indonesia terkait kasus itu.
 
"Jangan sampai pemerintah sendiri yang mau menelanjangi dan melecehkan martabat lembaga hukum di indonesia yang sudah diamanatkan oleh undang-undang, apalagi langkah Chevron yang pernah menemui beberapa petinggi pemerintahan semakin menguatkan spekulasi kebanyakan pihak tentang dugaan campur tangan asing dalam mengintervensi kasus tersebut" beber fuad

Sehingga atas dasar itulah, maka pihaknya menyatakan akan mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung RI untuk terus mlanjutkan kasus tersebut tanpa tekanan dari siapapun, bahkan pihaknya berjanji akan menggalang kekuatan besar untuk berdiri dibelakang kejaksaan jikalau ada pihak-pihak yang sengaja mengintervensi.
 
"Mahkotah penegakan hukum hanya berada di atas kepala lembaga Kejaksaan selaku kuasa pengawasan undang-undang, bukan Pemerintah apalagi Amerika Serikat" tutur Fuad

 

back to top