Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jawa Timur paling siap implementasikan UU Desa

Jawa Timur paling siap implementasikan UU Desa
Batu – KoPi| Jawa Timur dianggap paling siap dalam implementasi Undang-Undang Desa dibandingkan daerah lain di Indonesia. Hal itu didasarkan pada hasil sosialisasi UU Desa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan akademisi Jawa Timur.
 

“Dari hasil sosialisasi UU Desa yang kami lakukan selama ini, kepala desa Jawa Timur sudah mulai paham dengan logika UU tersebut,” kata Ucu Ucu Martanto, dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Padahal, pada awal sosialisasi UU Desa, tidak semua kepala desa tahu tentang UU Desa yang baru. “Yang tahu tidak pernah baca UU tersebut. Yang sudah membaca UU tersebut belum paham mengenai esensi UU tersebut. Yang sudah paham, ternyata hanya paham sebagian dan tidak utuh, dan lebih berfokus pada isu-isu seksi seperti permasalahan dana desa,” ungkap Ucu dalam acara Training of Trainer Pelatihan dan Pendidikan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kepala Desa di Batu, Rabu (21/1).

Setelah sosialisasi yang intens dilakukan, setidaknya 60% kepala desa di Jawa Timur sudah mulai paham logika UU Desa. Meski demikian, mayoritas kepala desa masih terpaku pada isu yang masih dana desa, seperti kapan turunnya, berapa jumlahnya, dan sebagainya.

Saat ini sosialisasi UU tersebut telah selesai dan pemerintah mulai memasuki tahap peningkatan kapasitas kepala desa dalam menjalankan UU tersebut. Ucu mengatakan, kepala desa perlu dibekali hard skill dan soft skill agar siap mengimplementasikan UU Desa di daerahnya.

“Hard skill tersebut antara lain kepemimpinan, demokrasi partisipasi masyarakat, keadilan sosial, pembuatan keputusan, keterbukaan informasi publik, perencanaan pembangunan, tata kelola konflik, komunikasi efektif, serta negosiasi dan mediasi. Sementara soft skill yang diperlukan adalah bagaimana menjalankan 9 skill tersebut sesuai dengan kondisi lingkungan,” terang Ucu.

14 4 2012 14.0

Ia berharap, melalui peningkatan kapasitas tersebut kepala desa di Jawa Timur bisa mensinergikan atau mengkolaborasikan pengalaman sehari-hari dengan keterampilan mereka yang baru.

back to top