Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Diduga membocorkan rahasia negara, jurnalis ini ditangkap

Diduga membocorkan rahasia negara, jurnalis ini ditangkap

Cina-KoPi, Seorang jurnalis dan advokat kebebasan pers Cina terkemuka, Gao Yu, ditahan karena diduga membocorkan rahasia negara. Kabar ini dilaporkan agensi berita Xinhua Kamis pekan lalu.

Penahanan ini menempatkan Gao pada daftar orang yang tidak setuju dan cendikiawan yang tengah diadakan oleh polisi menjelang peringatan runtuhnya Tiananmen Square yang ke 25.


Jurnalis berumur 70 tahun ini dituduh menyebarkan “dokumen sangat rahasia” kepada situs web asing yang mempublikasi materi dokumen tersebut tahun lalu. Dokumen yang dikeluarkan oleh Communist Party’s Central Committee tersebut tersebar luas secara online.


Setelah ditahan, Gao menunjukkan rasa penyesalan yang amat dalam atas tindakannya tersebut, menurut Xinhua. Ia menyatakan kepada polisi di Beijing bahwa dirinya sangat menyesal karena tindakannya tersebut membahayakan kepentingan negara dan melawan hukum. Dirinya juga menyatakan bahwa ia siap untuk menerima hukuman yang sudah ditetapkan.


Polisi menangkap Gao pada tanggal 24 April dan menyita barang bukti dari rumahnya di ibukota Cina, seperti yang dilansir oleh Xinhua.


(Ana Puspita)
Sumber: CNN.com

back to top