Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Anas Urbaningrum merasakan #PaluBerdarah*abah

foto: kompas.com foto: kompas.com

KoPi| Keputusan MA  menambah hukuman Anas Urbaningrum dari tujuh tahun menjadi empat belas tahun,  Senin, (8/6) dalam kasasinya, dianggap Anas tidak pantas dihormati. Menurut Anas, keputusan itu meremehkan keadilan dan dzalim. Meskipun ia mengaku menghormati putusan hakim MA dan tidak membencinya. Anas menulis di twitternya dengan hastag #paluberdarah*abah, Selasa (9/6).


Selanjutnya dalam cuitnya Anas mengekspresikan segala ketidakpuasannya terhadap putusan hakim yang ia sebut sebagai 'palu berdarah' Abah Artidjo Alkostar, Pak MS Lumme dan Pak Krisna Harahap.

1.Saya hormati Yang Mulia Pak Artidjo Alkostar, Pak MS Lumme dan Pak Krisna Harahap. #paluberdarah *abah

2. Yang saya benci adalah kesewenang-wenangan dalam memutuskan perkara yg didakwakan kpd saya. #paluberdarah  *abah

3.. Kesewenangan dan kedzaliman yg dilakukan oleh siapapun, atas nama apapun, wajib dibenci demi keadilan. #paluberdarah *abah

8.. Kesewenangan dalam menggerakkan palu putusan bagi majelis hakim adalah membunuh keadilan. #paluberdarah *abah

9.. Menjatuhkan vonis dengan brutal adalah tindakan yg membuat palu hakim berlumuran darah. #paluberdarah *abah

10. Darah apa yg tercecer? Darah keadilan yg sengaja dilukai oleh syahwat untuk menghukum yg menyala-nyala. #paluberdarah *abah

11. Kemandirian hakim telah dibelokkan oleh nafsu untuk dipuji dan tendensi kebencian yg alpa kecermatan dan kejernihan. #paluberdarah *abah

12.  Putusan brutal & kejam lalu dijadikan sarana "selfie" utk memuaskan ego pribadi. Semoga bukan buat kepuasan pihak lain. #paluberdarah

13. Dipersilahkan puas dan berbangga diri kpd Yang Mulia Pak Artidjo, Pak Lumme dan Pak Krisna. #paluberdarah *abah

14. Itu hak dan kesempatan Bapak-Bapak untuk menanam kemasyhuran di dunia hukum. #paluberdarah *abah

15. Meski kemasyhuran dan tepuk tangan itu ditanam di atas kuburan keadilan. #paluberdarah *abah

16. Toh yg disebut keadilan itu boleh ditafsiri scr bebas berdasarkan otoritas mutlak wakil Tuhan yg Bapak2 sandang. #paluberdarah *abah

17. Karena putusan sudah berkekuatan tetap, meskipun sadis dan dzalim, saya harus jalani. #paluberdarah *abah

18. Saya doakan Bapak-Bapak Yang Mulia makin masyhur, dipuji opini dan mendapatkan tempik-sorak membahana. #paluberdarah *abah

19. Meski saya harus menjalani hukuman atas sesuatu yg tidak saya lakukan, itu bagian dari jalan hidup. #paluberdarah *abah

20. Saya yakin Tuhan terus bekerja. Gusti Ora Sare. Meski otoritas-Nya telah Bapak-Bapak rebut dengan sengaja. #paluberdarah *abah

21. Palu Bapak-Bapak yg telah berlumuran darah itu semoga tidak lagi dipergunakan dengan cara sewenang-wenang. #paluberdarah *abah

22. Jika Bapak-Bapak percaya keadilan dan Tuhan, perkenankan saya memohon untuk ber-mubahalah. #paluberdarah *abah

23. Insyaallah mubahalah adalah cara yg tepat, mulia dan ksatria untuk menuntun kita semua berani bertanggungjawab. #paluberdarah *abah

24. Bagi ksatria hukum yg katanya berjubah emas, saya percaya Bapak-Bapak tidak punya alasan keberatan. #paluberdarah *abah

25. Saya tidak akan pernah lelah mencari keadilan. Meski keadilan telah disingkirkan, saya wajib terus berikhtiar. #paluberdarah *abah

26. Sampai titik paling ujung, saya terus ikhtiar. Sambil terus mengenang nama Bapak-Bapak. Bukan krn marah dan dendam. #paluberdarah *abah

back to top