Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

Flores-KoPi| Peneliti UGM dan Universitas Twente Belanda menggelar penelitian bersama untuk mendata kandungan potensial panas bumi di Bajawa, Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur. Menggunakan teknologi LiDAR untuk mendapatkan foto udara dan menggabungkan data suhu permukaan, pelaksanaan survei ini mendapat dukungan penuh dari ASI Pudjiastuti Geosurvey.

Survei pengambilan data potensial panas bumi akan berlangsung selama 2 minggu ke depan yang dipimpin oleh Dr. Agung Setianto, peneliti Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM.

Agung Setianto mengatakan untuk mengetahui potensial panas bumi di Bajawa pihaknya menggunakan data udara yang merupakan gabungan dari data medan LiDAR dengan presisi tinggi dan data suhu permukaan.

Selanjutnya data tersebut akan diolah untuk memetakan ekspresi permukaan dari potensi panasbumi yang mendasarinya. “Perolehan data dari survei tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia terkait panas bumi di daerah tersebut,” kata Agung dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Rabu (19/9).

Kerja sama dengan peneliti The Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation), University of Twente, Belanda ini merupakan tindaklanjut implementasi nota kesepahaman antara 3 pihak yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IIGCE) pada September 2018 lalu di Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh wakil dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan koordinator Geothermal Capacity Development Programme Indonesia – Netherlands (Geocap).

Sementara pembiayaan dari survei tersebut didukung oleh PT. APG dan Geocap. Seperti diketahui merupakan organiasi kerja sama internasional antara Indonesia dan Belanda yang bertujuan untuk mengembangkan program-program panas bumi untuk pendidikan dan pelatihan, penelitian dan basis data bawah permukaan.

“Geocap sendiri memperoleh pendanaan oleh Kementerian Luar Negeri Belanda,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top