Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

Flores-KoPi| Peneliti UGM dan Universitas Twente Belanda menggelar penelitian bersama untuk mendata kandungan potensial panas bumi di Bajawa, Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur. Menggunakan teknologi LiDAR untuk mendapatkan foto udara dan menggabungkan data suhu permukaan, pelaksanaan survei ini mendapat dukungan penuh dari ASI Pudjiastuti Geosurvey.

Survei pengambilan data potensial panas bumi akan berlangsung selama 2 minggu ke depan yang dipimpin oleh Dr. Agung Setianto, peneliti Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM.

Agung Setianto mengatakan untuk mengetahui potensial panas bumi di Bajawa pihaknya menggunakan data udara yang merupakan gabungan dari data medan LiDAR dengan presisi tinggi dan data suhu permukaan.

Selanjutnya data tersebut akan diolah untuk memetakan ekspresi permukaan dari potensi panasbumi yang mendasarinya. “Perolehan data dari survei tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia terkait panas bumi di daerah tersebut,” kata Agung dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Rabu (19/9).

Kerja sama dengan peneliti The Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation), University of Twente, Belanda ini merupakan tindaklanjut implementasi nota kesepahaman antara 3 pihak yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IIGCE) pada September 2018 lalu di Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh wakil dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan koordinator Geothermal Capacity Development Programme Indonesia – Netherlands (Geocap).

Sementara pembiayaan dari survei tersebut didukung oleh PT. APG dan Geocap. Seperti diketahui merupakan organiasi kerja sama internasional antara Indonesia dan Belanda yang bertujuan untuk mengembangkan program-program panas bumi untuk pendidikan dan pelatihan, penelitian dan basis data bawah permukaan.

“Geocap sendiri memperoleh pendanaan oleh Kementerian Luar Negeri Belanda,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top