Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rasio elektrifikasi Jogja masih rendah

Rasio elektrifikasi Jogja masih rendah
“Kebetulan rumah saya di Seturan komplek pertokoan, ya sering mengalami mota-mati listrik. Kalau saya hitung selama setahun ini, pemadaman sudah belasan hingga puluhan kali”, tutur Herry Prabowo.

Yogyakarta-KoPi| Herry pakar kelistrikan PSE (Pusat Studi Energi) UGM menambahkan persoalan listrik di Yogyakarta selain pemadaman bergilir juga merambah sektor rasio elektrifikasi.

“Menurut data PLN sendiri kondisi rasio elektrifikasi Jogja masih rendah. Rasio elektrifikasi keadaan daerah yang sudah mendapat pasokan listrik dan yang belum mendapat pasokan listrik”, tutur Herry.

Di waktu yang berbeda, bagian jaringan PLN, Bambang Eko, menyepakati hal tersebut. “Kita memiliki cakupan yang luas. Setiap daerah daya yang dibutuhkan berbeda-beda. Seperti Kulonprogo membutuhkan daya yang besar, karena ada penambangan pasir besi ditambah rencana bandara baru. Nah, sedangkan untuk Gunung Kidul tahun kemarin pasokannya memang baru 60%, tapi tahun ini kami usahakan meningkat lagi”, papar Bambang Eko.

Meskipun beberapa daerah belum terjamah listrik dari pihak pusat melarang daya listrik di wilayah Jawa. “Dari pusat melarang Jawa menaikan daya, saya nggak tahu persoalannya tapi katanya di Jawa sudah terlalu tinggi. Lha, padahal kita masih saja mengalami mota-mati listrik”, sanggah Herry.

Mengenai hal ini Bambang meyakinkan untuk wilayah Jawa khususnya Yogyakarta pasokan sudah cukup. “Suplai listrik di Jogja selama tidak ada gangguan itu sudah cukup. Di Jogja kami memiliki cadangan 30 % dari total kapasitas. Kami ada daya 73% daya untuk kondisi normal dan aman”.

Kesimpang siuran pandangan mengenai listrik bukan sebatas pendapat tetapi harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. hal ini menjadi tantangan bagi pihak PLN untuk semakin baik memperbaiki performanya dalam melayani masyarakat. |Winda Efanur FS|

back to top