Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Jogja-KoPi|Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan program pembangunan listrik 35 ribu Mega Watt kemungkinan besar hanya akan terealisasikan 20 ribu Megawatt di tahun 2019 akibat pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,1-5,2 persen.

 

Program pembangunan listrik sebesar 20 ribu Megawatt di tahun 2019 sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi yang ada.

"Pembangunan pembangkit listrik harus menyesuaikan pertumbuhan ekonomi. Kalau dibangun tidak ada yang makai gimana? Pertumbuhan ekonomi kita 5,1-5,2 persen dengan itu hanya menjadi 6 sekian persen. Hitung saja 6-7 persen pertumbuhan itu berapa termasuk nanti researchnya", jelas Arcandra dalam diskusi Mewujudkan Keselarasan RUEN dan RUED Dalam Rangka Mencapai Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (25/4).

Target 35 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sendiri berpijak pada pertimbangan laju ekonomi yang diprediksi mencapai angka 7-8 persen.

Meskipun demikian, Arcandra tetap berharap dapat mengejar ketertinggalan capaian di tahun-tahun berikutnya untuk mencapai target 430 ribu Megawatt di tahun 2050.

"Kita berharap 2019 kita 72 rbu -75 ribu Mega Watt sisanya akan diselesaikan pas waktu berikutnya. Sedangkan, saat ini sudah mencapai 51 ribu Megawatt", jelasnya.

Sementara itu menurut Dr. Deendarlianto, Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, pencapaian 20 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sangat cukup untuk kondisi ke depan. Mengingat banyak kendala yang terjadi selain laju pertumbuhan ekonomi.

“Kendalanya banyak sekali,pertama pembebasan lahan, infrastruktur yang belum siap, serta sinkonasisasi aturan. Jadi 35 ribu Megawatt itu bukan kiat-kiat”, ujarnya.

back to top