Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PLN jangan pelit, harus transparan dan akuntabel

PLN jangan pelit, harus transparan dan akuntabel

Yogyakarta-KoPi| “Berlangsungnya pemadaman listrik sedikit banyak merugikan masyarakat. Pasalnya konsumen melalui pembayaran tagihan listrik, secara langsung wajib mendapatkan pelayanan listrik secara terus-menerus. Bila terjadi pemadaman harus ada kompensasi dari pihak PLN. Kompensasi mungkin bisa berupa rentang waktu pemadaman dikalikan berapa rupiah”, kata ketua LKY (Lembaga Konsumen Yogyakarta), Widjianto, SH.

Widjianto menambahkan bila terjadi gangguan listrik seringkali PLN menggunakan perbaikan sebagai alibi. “Entah apapun alasan PLN. Pemadaman yang dilakukan sedikit banyak merugikan konsumen. Mereka biasanya luput tidak memberikan informasi tentang pemadaman tak terencana. Nah yang tidak terencana ini mereka masih sangat pelit, gangguannya dan alasannya kenapa”.

Pihak PLN Gedong Kuning, Herry Fitriadi mengatakan pihak PLN senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat terkait pemadaman. Memang yang diinformasikan seringkali perbaikan yang sudah terjadwal karena untuk gangguan mendadak belum bisa dipastikan.

Mengenai hal ini Widjianto, berharap agar ke depannya pihak PLN lebih transparan dan akuntabel. Pasalnya badan hukum yang melayani masyarakat kondisi PLN baiknya juga diinfomasikan kepada masyarakat.

Menyambung harapan Widjianto, Bambang Eko mengatakan sebenarnya PLN mempunyai mimpi “PLN Jogja ANDAL 2015”. Dimana PLN Yogayakarta menjadi etalase pelayanan PLN di Jawa Tengah. Namun mimpi itu belum terwujud karena terhambat dugaan proyek ini diselewengkan oleh pihak tertentu.

“Tetapi itu ya, bisa jadi contoh memang banyak masalah dalam tubuh PLN. Oleh karena itu PLN perlu sumber daya manusia yang handal, dan menyediakan dana, agar terjadi kesinambungan. Lebih transparan dalam pengelolaan terkait dengan pemeliharaan dan sebagainya. Dari sini kita bisa lihat sebera jauh upaya PLN memenuhi hak konsumen itu.

Sekali lagi PLN mau nggak transparan dengan pengelolaan uang mereka, efisienkah penggunaanya, hinga ini jadi alasan kurangnya dana perbaikan, untuk tidak memenuhi kewajibannya. Mereka bilang itu karena kurang dana. Selama ini kita cuma tahu sepihak. Bahkan untuk tariff listrik konsumen tidak punya harga tawar. Mau naik apa nggak, kita cuma terima saja ”, kritik Widjianto.|Winda Efanur FS|

back to top