Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lihat yuk perang cyber, dahsyat deh..

Lihat yuk perang cyber, dahsyat deh..

KoPi| Sejak Juli 2015 lalu dunia maya ramai dengan apa yang disebut sebagai perang global dunia maya atau real-time attack. Di dalam sebuah peta grafis terlihat cahaya warna-warni yang memperlihatkan serangan di seluruh dunia cyber antara Amerika dan Tiongkok.

Norse, sebuah perusahaan keamanan dan intelejen di dunia membuat cara untuk melihat serangan malware pada sistem secara nyata. Norse melakukan upaya preventif atau pencegahan dan memberikan peringatan bagi pelanggan mereka dan memblokir serangan cyber melalui pelacakan IP.

Wakil presiden Norse mengatakan bahwa serangan yang terlihat pada peta sebenarnya serangan pada infrastruktur Norse itu. Norse memiliki database terbesar di dunia yang menyerang cyber. Delapan juta sensor dikerahkan di seluruh dunia meliputi 47 negara. Jadi, pada dasarnya Norse membuka diri untuk serangan, mendeteksi IP, melakukan hal tersebut dan akhirnya melakukan pengamanan.

Hal yang menarik dari ucapan Jeff Harrell adalah:

"Ini cuma kurang dari 1% dari data yang kami terima dalam waktu tertentu. Pada dasarnya, browser Anda akan membeku jika Norse mencoba untuk menunjukkan segalanya. Ini artinya apa yang terlihat oleh orang-orang dimanapun hanyalah sebagian kecil dari serangan yang sebenarnya terjadi."

Norse adalah perusahaan global yang menyediakan keamanan untuk lembaga keuangan besar dan perusahaan berteknologi tinggi. Perusahaan ini juga memiliki kesepakatan dengan berbagai instansi pemerintah termasuk kontrak $ 1.900.000 dengan Departemen Energi.

Lihat cyber war secara real-time disini.

back to top