Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lihat yuk perang cyber, dahsyat deh..

Lihat yuk perang cyber, dahsyat deh..

KoPi| Sejak Juli 2015 lalu dunia maya ramai dengan apa yang disebut sebagai perang global dunia maya atau real-time attack. Di dalam sebuah peta grafis terlihat cahaya warna-warni yang memperlihatkan serangan di seluruh dunia cyber antara Amerika dan Tiongkok.

Norse, sebuah perusahaan keamanan dan intelejen di dunia membuat cara untuk melihat serangan malware pada sistem secara nyata. Norse melakukan upaya preventif atau pencegahan dan memberikan peringatan bagi pelanggan mereka dan memblokir serangan cyber melalui pelacakan IP.

Wakil presiden Norse mengatakan bahwa serangan yang terlihat pada peta sebenarnya serangan pada infrastruktur Norse itu. Norse memiliki database terbesar di dunia yang menyerang cyber. Delapan juta sensor dikerahkan di seluruh dunia meliputi 47 negara. Jadi, pada dasarnya Norse membuka diri untuk serangan, mendeteksi IP, melakukan hal tersebut dan akhirnya melakukan pengamanan.

Hal yang menarik dari ucapan Jeff Harrell adalah:

"Ini cuma kurang dari 1% dari data yang kami terima dalam waktu tertentu. Pada dasarnya, browser Anda akan membeku jika Norse mencoba untuk menunjukkan segalanya. Ini artinya apa yang terlihat oleh orang-orang dimanapun hanyalah sebagian kecil dari serangan yang sebenarnya terjadi."

Norse adalah perusahaan global yang menyediakan keamanan untuk lembaga keuangan besar dan perusahaan berteknologi tinggi. Perusahaan ini juga memiliki kesepakatan dengan berbagai instansi pemerintah termasuk kontrak $ 1.900.000 dengan Departemen Energi.

Lihat cyber war secara real-time disini.

back to top