Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Inilah manfaat penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir

Inilah manfaat penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir

Sleman-KoPi|Institute of International Studies (IIS) UGM mengatakan penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir internasional dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarajat internasional. Tak hanya memberikan manfaat, pandangan masyarakat pada senjata nuklir perlahan berubah kedepannya.

Yunizar Adiputra,MA, Peneliti IIS UGM, menjelaskan Traktat Pelarangan ini secara terang berisikan pelarangan penggunaan,produksi,pengembangan,kepemilikan dan uji coba senjata nuklir.

Sehingga kedepannya traktat ini juga dapat mengatur terkait siapa yang berhak memiliki senjata nuklir dan tidak,Yunizar mengatakan negara-negara non-nuklir lah yang mendapatkan wewenang penentuan ini.

"Traktat ini juga menyatakan pelarangan terhadap seluruh aktivitas yang menunjang pengembangan senjata nuklir,serta tuntutan untuk pemberian bantuan kepada korban akibat penggunaan senjata nuklir dan uji coba nuklir. Kedepannya juga lewat traktat ini,negara dengan senjata non-nuklir lah yang menentukan siapa yang berhak memiliki nuklir,"ujarnya saat jumpa pers di Kantor IIS FISIPOL UGM,Jumat (22/9).

Ia juga memaparkan sejumlah manfaat dan keuntungan yang bisa dipetik dari lahirnya traktat ini. Pertama pada bidang hukum, traktat ini memberikan kepastian hukum yang menyatakan bahwa nuklir adalah senjata ilegal. Pasalnya, sebelum adanya traktat ini, Yunizar mengungkapkan selalu ada ambiguitas terkait kelegalan dari pembuatan dan pemroduksian senjata nuklir.

Kedua, dalam ranah politik, Traktat ini dapat menghilangkan rasa prestigious atau kewibawaan sebuah negara yang memiliki senjata nuklir. Ia menuturkan traktat ini dapat menciptakan stigma atau opini buruk untuk negara yang masih mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.

"Sering kali saat sebuah negara memiliki senjata nuklir,mereka sering sekali merasa dirinya istimewa. Nah,munculnya traktat ini dapat menghilangkan rasa tersebut dan membuat opini buruk. Karena nantinya ,negara yang masih memiliki senjata nuklir akan dicap sebagai negara yang buruk karena memiliki senjata tersebut,"ucapnya.

Ketiga,dalam bidang ekonomi ,traktat ini menegaskan bahwa tidak ada bantuan kepada negara untuk mengakusisi senjata nuklirnya. Yunizar mengimbuhkan hal ini dapat berimplikasi pada perusahaan bidang sektor swasta ataupun bukan. Perusahaan-perusahaan ini pun akan kesulitan dalam menginvestasi uang mereka pada senjata nuklir.

"Kalau traktat ini diratifikasi ke Indonesia, maka perlarangan ini dapat melarang semua perusahaan yang melakukan investor uang ke dalam senjata nuklir,"imbuhnya

Yunizar pun mengakui traktat ini memang tidak menyebutkan pelucutan senjata nuklir pada negara-negara. Namun demikian,traktat ini dapat mengubah persepsi masyarakat internasional dalam melihat senjata nuklir.

Peneliti lainnya dari IIS, Muhadi Sugiono,MA, mengatakan traktat ini memang tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Tapi,traktat ini dapat memberikan satu poin plus dimana kategori negara jahat pemilik senjata nuklir tidak hanya Korea Utara,namun seperti Amerika, Inggris,Perancis, Rusia dan Cina juga termasuk negara jahat karena memiliki senjata nuklir.

"Seperti biasa nya Korea utara dianggap sebagai negara buruk karena menciptakan senjata nuklir,namun sekarang semua negara yang memiliki senjata nuklir, baik itu Amerika, Inggris ataupun negara lainnya akan dianggap sama karena memiliki senjata nuklir,"ujarnya.

Sebelumnya,pada tanggal 20 September 2017,Indonesia diwakili menteri luar negeri Retno Marsudi bersama 50 kepala negara dan menteri luar negeri lainnya secara formal menandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition on Nuclear Weapons) di sela-sela sesi pembukaan Sidang Umum PBB di New York.

Traktat ini merupakan traktat pertama yang melarang senjata berbahaya pembunuh massal jenis nuklir,sebelumnya juga traktat pembunuh massal senjata jenis kimiawi dan biologis juga sudah dinyatakan ilegal.

Pada penandatangan kemarin, setidaknya 5 negara tergabung di PBB menyatakan untuk memboikot traktat kemarin. Lima negara tersebut adalah Amerika, Inggris,Perancis,Rusia dan China. Kelima tersebut juga merupakan salah satu kategori negara yang memiliki senjata nuklir di dunia.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top