Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Inilah manfaat penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir

Inilah manfaat penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir

Sleman-KoPi|Institute of International Studies (IIS) UGM mengatakan penandatanganan traktat pelarangan senjata nuklir internasional dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarajat internasional. Tak hanya memberikan manfaat, pandangan masyarakat pada senjata nuklir perlahan berubah kedepannya.

Yunizar Adiputra,MA, Peneliti IIS UGM, menjelaskan Traktat Pelarangan ini secara terang berisikan pelarangan penggunaan,produksi,pengembangan,kepemilikan dan uji coba senjata nuklir.

Sehingga kedepannya traktat ini juga dapat mengatur terkait siapa yang berhak memiliki senjata nuklir dan tidak,Yunizar mengatakan negara-negara non-nuklir lah yang mendapatkan wewenang penentuan ini.

"Traktat ini juga menyatakan pelarangan terhadap seluruh aktivitas yang menunjang pengembangan senjata nuklir,serta tuntutan untuk pemberian bantuan kepada korban akibat penggunaan senjata nuklir dan uji coba nuklir. Kedepannya juga lewat traktat ini,negara dengan senjata non-nuklir lah yang menentukan siapa yang berhak memiliki nuklir,"ujarnya saat jumpa pers di Kantor IIS FISIPOL UGM,Jumat (22/9).

Ia juga memaparkan sejumlah manfaat dan keuntungan yang bisa dipetik dari lahirnya traktat ini. Pertama pada bidang hukum, traktat ini memberikan kepastian hukum yang menyatakan bahwa nuklir adalah senjata ilegal. Pasalnya, sebelum adanya traktat ini, Yunizar mengungkapkan selalu ada ambiguitas terkait kelegalan dari pembuatan dan pemroduksian senjata nuklir.

Kedua, dalam ranah politik, Traktat ini dapat menghilangkan rasa prestigious atau kewibawaan sebuah negara yang memiliki senjata nuklir. Ia menuturkan traktat ini dapat menciptakan stigma atau opini buruk untuk negara yang masih mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.

"Sering kali saat sebuah negara memiliki senjata nuklir,mereka sering sekali merasa dirinya istimewa. Nah,munculnya traktat ini dapat menghilangkan rasa tersebut dan membuat opini buruk. Karena nantinya ,negara yang masih memiliki senjata nuklir akan dicap sebagai negara yang buruk karena memiliki senjata tersebut,"ucapnya.

Ketiga,dalam bidang ekonomi ,traktat ini menegaskan bahwa tidak ada bantuan kepada negara untuk mengakusisi senjata nuklirnya. Yunizar mengimbuhkan hal ini dapat berimplikasi pada perusahaan bidang sektor swasta ataupun bukan. Perusahaan-perusahaan ini pun akan kesulitan dalam menginvestasi uang mereka pada senjata nuklir.

"Kalau traktat ini diratifikasi ke Indonesia, maka perlarangan ini dapat melarang semua perusahaan yang melakukan investor uang ke dalam senjata nuklir,"imbuhnya

Yunizar pun mengakui traktat ini memang tidak menyebutkan pelucutan senjata nuklir pada negara-negara. Namun demikian,traktat ini dapat mengubah persepsi masyarakat internasional dalam melihat senjata nuklir.

Peneliti lainnya dari IIS, Muhadi Sugiono,MA, mengatakan traktat ini memang tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Tapi,traktat ini dapat memberikan satu poin plus dimana kategori negara jahat pemilik senjata nuklir tidak hanya Korea Utara,namun seperti Amerika, Inggris,Perancis, Rusia dan Cina juga termasuk negara jahat karena memiliki senjata nuklir.

"Seperti biasa nya Korea utara dianggap sebagai negara buruk karena menciptakan senjata nuklir,namun sekarang semua negara yang memiliki senjata nuklir, baik itu Amerika, Inggris ataupun negara lainnya akan dianggap sama karena memiliki senjata nuklir,"ujarnya.

Sebelumnya,pada tanggal 20 September 2017,Indonesia diwakili menteri luar negeri Retno Marsudi bersama 50 kepala negara dan menteri luar negeri lainnya secara formal menandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition on Nuclear Weapons) di sela-sela sesi pembukaan Sidang Umum PBB di New York.

Traktat ini merupakan traktat pertama yang melarang senjata berbahaya pembunuh massal jenis nuklir,sebelumnya juga traktat pembunuh massal senjata jenis kimiawi dan biologis juga sudah dinyatakan ilegal.

Pada penandatangan kemarin, setidaknya 5 negara tergabung di PBB menyatakan untuk memboikot traktat kemarin. Lima negara tersebut adalah Amerika, Inggris,Perancis,Rusia dan China. Kelima tersebut juga merupakan salah satu kategori negara yang memiliki senjata nuklir di dunia.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top