Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Wah, jelang AFTA Jepang semakin semangat perluaskan pasar di Indonesia

Wah, jelang AFTA Jepang semakin semangat perluaskan pasar di Indonesia
Surabaya - KoPi | Jepang telah lama menjadi partner Indonesia, baik dalam hal kebudayaan maupun ekonomi. Romantisme hubungan tersebut terjalin lama hingga saat ini. Bagi Jepang, Indonesia selalu menjadi konsumen yang baik untuk produk-produk mereka. Mendekati berlakunya AFTA, Indonesia menjadi salah satu pasar yang menjanjikan bagi Jepang.
 

Hal tersebut diungkapkan Konsulat Jenderal Jepang untuk Surabaya Kato Yoshiharu dalam kuliah umum "Tantangan Mahasiswa di Era AFTAdalam Bingkai Hubungan Indonesia-Jepang" di Universitas 17 Agustus Surabaya. Ia mengatakan, saat ini Jepang sedang berusaha meningkatkan kunjungan warga Jepang ke Indonesia. Saat ini jumlah warga Jepang di Indonesia hanya 16.296, dan hanya 743 orang yang ada di Jawa Timur.

"Kunjungan orang Jepang ke Indonesia turun sejak jatuhnya Presiden Soeharto. Banyak yang masih takut pergi ke Indonesia. Justru jumlah orang Korea di Indonesia lebih banyak, sampai 3 kali lipat," tutur Kato dalam Bahasa Indonesia yang fasih.

Kato mengatakan, pertumbuhan ekonomi China telah menggeser posisi Jepang sebagai partner dagang Indonesia nomor 1. Saat ini ekspor dan impor Indonesia lebih banyak dengan China. Tahun 2014 lalu, ekspor Indonesia dan Jepang telah menurun ke posisi 2, hanya 11%. Sedangkan ekspor Indonesia ke China yang mencapai 14%. Hal itu juga berlaku pada angka impor. Pada tahun 2014 impor Indonesia dari Jepang hanya 14%, namun impor dari China mencapai 21%.

"Namun bagi Jepang, Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan," ungkapnya. Turunnya angka impor tersebut tidak membuat mereka jera. Sebaliknya, mereka bersemangat ingin kembali menjadi penjual nomor 1 untuk Indonesia.

Apalagi, Jepang masih membutuhkan produk-produk mentah asal Indonesia, seperti minyak, LNG, udang, karet, dan sebagainya. Sebagai gantinya, Jepang mendatangkan kembali barang-barang tersebut dalam bentuk barang jadi yang lebih mahal, seperti mesin-mesin umum, produk elektronik, produk transportasi, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri?

back to top