Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

UMKM Jogja : bukan inflasi yang penting tapi kebijakan pemerintah

Pameran UMKM di Sekaten Jogja Pameran UMKM di Sekaten Jogja

Yogyakarta-KoPi|Menjelang penutupan kalender akhir tahun kondisi perekonomian Indonesia melemah. Hal itu ditandai dengan inflasi merosotnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga menembus angka Rp. 12.900.

Secara kalkulasi aktivitas ekonomi Indonesia menjadi lesu. Hal itu dirasakan oleh para perusahaan besar dan para investor. Namun berbeda dengan usaha masyarakat kecil dan menengah. Hangatnya wacana perekonomian itu seolah tidak dirasakan oleh para pedagang.

Pihak pedagang yang tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kecamatan Mantrijeron melihat kondisi ekonomi makro anjolknya nilai rupiah tidak terlalu berpengaruh.

“Sebenarnya kami gak paham soal itu, paling yang kita rasakan pengaruh dari naiknya harga BBM. Disitu kami harus harus membeli bahan dasar yang lebih mahal. Kami kan produksi kerajinan dan makanan, dari situ kalau makanan ya, kami siasati bentuknya diperkecil”, kata salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang anggota UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang enggan disebutkan identitasnya. Baginya hal yang sangat dirasakan itu semenjak kenaikan harga BBM. Terkait inflasi ini dia berpendapat, terjadi karena pasifnya peran pemerintah dalam mengendalikan perekonomian nasional.

“Ya, terasanya saat BBM naik, walaupun hanya sedikit yang dirasakan, pembeli menjadi sedikit. Tetapi sebenarnya masalah paling penting bukan pada naiknya harga BBM atau inflasi tetapi pada persoalan pemerintah sendiri. Hal ini kembali pada kebijakan pemerintah terhadap kemajuan perekonomian”, tuturnya.

Dia juga menambahkan bobroknya birokrasi seperti korupsi turut memperburuk perekonomian Indonesia. |Winda Efanur FS |

back to top